Netanyahu Dukung Argentina Juara Piala Dunia 2026, Bukan Faktor Messi

Di tengah hiruk-pikuk persiapan menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara Amerika Utara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan dukungan yang cukup mengejutkan. Ia secara...

Jul 12, 2026 - 04:35
0 0
Netanyahu Dukung Argentina Juara Piala Dunia 2026, Bukan Faktor Messi

Di tengah hiruk-pikuk persiapan menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara Amerika Utara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan dukungan yang cukup mengejutkan. Ia secara terbuka menjagokan tim nasional Argentina untuk keluar sebagai juara. Namun, yang menarik, Netanyahu dengan tegas menyatakan bahwa dukungannya sama sekali bukan karena sosok megabintang Lionel Messi.

Pernyataan yang Mengundang Tanda Tanya

Dalam sebuah sesi wawancara bilateral yang awalnya membahas kerja sama teknologi dan pertahanan, Netanyahu tiba-tiba menyinggung turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu. “Saya melihat potensi luar biasa di tubuh tim Argentina saat ini,” ujarnya, dikutip dari rekaman yang beredar di kalangan jurnalis internasional. Ia menambahkan, generasi baru pemain Argentina telah menunjukkan kedewasaan taktikal yang tidak semata bergantung pada satu nama besar. Pernyataan ini sontak memantik diskusi di berbagai media, mengingat biasanya kepala negara hanya akan mendukung tim nasionalnya sendiri—Israel sendiri tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026—atau memberikan prediksi yang lebih diplomatis.

Alasan Strategis di Balik Pilihan

Lantas, apa yang membuat Netanyahu begitu yakin pada La Albiceleste? Analis politik mengaitkan pilihan ini dengan menguatnya hubungan bilateral Israel dengan negara-negara Amerika Latin, khususnya di bawah pemerintahan Presiden Argentina saat ini. Kerja sama di bidang agrikultur, teknologi pengairan, dan keamanan siber menjadi fondasi yang kokoh. Dukungan terhadap Argentina secara simbolis dapat dilihat sebagai gestur diplomatik untuk mempererat aliansi di tengah dinamika global yang berubah. Bukan sekadar prediksi sepak bola, melainkan sinyal geopolitik terselubung. Di sisi lain, Netanyahu juga dikenal sebagai pengagum sepak bola Eropa dan Amerika Selatan, sering kali mengomentari gaya permainan yang atraktif.

Messi Bukan Lagi Satu-satunya Tumpuan

Fakta bahwa Netanyahu secara eksplisit menyebutkan dukungannya tidak didasari oleh Messi justru menjadi poin krusial. Kapten tim Argentina itu, yang kini akan berusia 38 tahun pada penyelenggaraan 2026, memang masih menjadi figur sentral. Namun, tim asuhan Lionel Scaloni telah berevolusi menjadi kesatuan yang jauh lebih kolektif. Kehadiran gelandang muda berbakat dan lini pertahanan yang solid menjadi alasan utama mengapa Argentina dianggap sebagai kandidat kuat. Netanyahu tampaknya mencermati transformasi ini. Ia menyebut skuad Argentina memiliki “mesin permainan” yang tidak akan lumpuh meski sang bintang utama dikawal ketat lawan. Ini adalah analisis mendalam yang jarang keluar dari mulut seorang kepala pemerintahan non-pelatih.

Peluang Argentina di Panggung 2026

Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan setelah kemenangan dramatis mereka di Qatar 2022. Generasi emas ini tengah berada di puncak performa. Dengan kualifikasi CONMEBOL yang sangat kompetitif, Argentina nyaris selalu finis di papan atas. Format baru 48 tim di 2026 membuka peluang lebih besar, namun juga menghadirkan tantapan kejutan dari tim-tim nonunggulan. Argentina tergabung di grup yang relatif bersahabat berdasarkan hasil undian, dan jika mampu memuncaki klasemen, langkah ke fase gugur akan lebih mulus. Netanyahu dalam prediksinya menyoroti kekuatan lini tengah Argentina yang dikomandoi oleh pemain-pemain yang kini merumput di klub-klub elite Eropa, yang memiliki stamina dan visi permainan superior. “Mereka bukan tim yang bergantung pada satu momen ajaib individu, melainkan sebuah orkestra yang dikendalikan dengan presisi algoritmik,” imbuh Netanyahu dalam analogi teknologisnya.

Respon Publik dan Media

Pernyataan Netanyahu segera memantik gelombang reaksi. Di Argentina, media olahraga menyambutnya dengan antusias sekaligus sedikit geli. Ole, koran olahraga terkemuka, menulis: “Bahkan seorang perdana menteri dari Timur Tengah pun mengakui kolektivitas tim kami.” Di Israel, sebagian warganet mencibir, menilai Netanyahu seharusnya fokus pada masalah domestik daripada berkomentar soal Piala Dunia. Namun, kalangan diplomatik melihatnya sebagai langkah cerdas merangkul opini publik Argentina. Sementara itu, fans Messi dari seluruh dunia sedikit kecewa karena sang idola diabaikan dalam narasi tersebut, meskipun mereka tetap optimis Argentina bisa mengulang kejayaan. Pengamat sepak bola internasional menambahkan bahwa prediksi ini mungkin tidak meleset: statistical model terbaru dari beberapa lembaga analisis olahraga menempatkan Argentina di tiga besar favorit juara, bersama Prancis dan Inggris. Dukungan Netanyahu, entah didasari insting politik atau pemahaman taktikal, setidaknya sejalan dengan data dan tren kekinian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User