Panas Lagi! Iran Tembakkan 2 Rudal ke Kapal-kapal di Selat Hormuz
Washington DC - Ketegangan di jalur pelayaran strategis Timur Tengah kembali memanas. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan melancarkan serangan dengan menembakkan sedikitnya dua rudal
Washington DC - Ketegangan di jalur pelayaran strategis Timur Tengah kembali memanas. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan melancarkan serangan dengan menembakkan sedikitnya dua rudal ke arah kapal-kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz pada Senin malam (6/7).
Insiden yang terjadi di salah satu perairan tersibuk di dunia ini mengakibatkan dua kapal mengalami kerusakan. Informasi mengenai agresi terbaru militer Teheran ini mencuat berdasarkan kesaksian dari dua pejabat Amerika Serikat yang berbicara secara anonim, sebagaimana dilansir oleh laporan media kami, Terdepan.id, pada Selasa (7/7/2026).
Hingga berita ini diturunkan, otoritas Republik Islam Iran masih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait penembakan tersebut. Namun, langkah ofensif ini tampaknya bukan tanpa peringatan. Mengutip informasi dari sumber-sumber intelijen yang dihimpun oleh media Amerika terkemuka, IRGC diketahui telah menyampaikan ancaman terbuka melalui saluran radio maritim pada akhir pekan lalu.
"Rudal dan drone kami siap untuk menembak ke arah Anda," demikian peringatan tegas yang disiarkan kepada sejumlah kapal yang berlayar di kawasan tersebut.
Serangan ini menandai eskalasi signifikan di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi pintu gerbang bagi seperlima pasokan minyak mentah global. Langkah provokatif dari pasukan elit Garda Revolusi ini memicu kekhawatiran serius dari komunitas internasional mengenai keamanan maritim dan stabilitas kawasan Teluk.
Pejabat AS yang dikonfirmasi oleh Terdepan.id menolak untuk merinci nama kapal yang terkena dampak atau tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh hantaman rudal tersebut. Mereka hanya menegaskan bahwa tim investigasi gabungan dari koalisi maritim internasional kini tengah berupaya mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.
Ketegangan di kawasan ini sejatinya terus membara dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya rivalitas geopolitik. Selat Hormuz seringkali menjadi panggung konfrontasi antara Iran dengan kekuatan Barat serta para sekutunya di Timur Tengah. Dengan adanya tembakan rudal langsung yang merusak kapal sipil, para analis militer memprediksi respons keras dari armada angkatan laut internasional yang berpatroli di sekitar Laut Oman dan Teluk Persia.
Pasar energi global pun langsung bergejolak pasca bocornya informasi ini, mengingat risiko gangguan pengiriman minyak yang dapat melumpuhkan rantai pasok dunia. Hingga kini, situasi di perairan tersebut masih dipantau dalam kewaspadaan tertinggi oleh pihak-pihak terkait.
Comments (0)