Mentan Apresiasi Kepercayaan Publik ke Polri Capai 82,4 Persen, Dorong Sinergi Demi Kedaulatan Pangan
Jakarta – Tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan tren positif. Hasil survei terkini mencatat angka kepercayaan masyarakat menembus 82,4 p
Jakarta – Tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan tren positif. Hasil survei terkini mencatat angka kepercayaan masyarakat menembus 82,4 persen, sebuah capaian yang mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, secara khusus menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kinerja institusi Polri di bawah kepemimpinan saat ini. Menurutnya, peningkatan kepercayaan ini merupakan buah dari kerja keras, profesionalisme, dan pendekatan humanis yang diterapkan di seluruh jajaran kepolisian dalam melayani masyarakat.
"Saya Menteri Pertanian Republik Indonesia, juga sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas kinerja yang menunjukkan peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen," ujar Amran dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Pernyataan tersebut tidak hanya sekadar ucapan selamat, melainkan juga menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya merasakan langsung dampak positif dari pengamanan stabilitas yang dilakukan oleh Polri. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan prasyarat mutlak bagi keberhasilan program-program strategis nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Sinergi untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menekankan harapannya agar peningkatan kepercayaan publik ini selaras dengan penguatan sinergi antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Polri. Kolaborasi lintas lembaga ini dinilai sangat krusial, terutama dalam upaya mengembangkan, mempertahankan, dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Tanah Air.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa sinergi yang kuat antara sektor pertanian dan aparat keamanan memiliki peran vital dalam memberantas berbagai hambatan yang kerap mengganggu sektor pertanian, seperti peredaran pupuk palsu, mafia impor komoditas pangan, serta penimbunan bahan pokok yang merugikan petani dan konsumen. Dengan kepercayaan publik yang tinggi terhadap Polri, upaya penegakan hukum di sektor pangan diyakini akan semakin efektif dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
Capaian kepercayaan sebesar 82,4 persen ini menunjukkan bahwa Polri semakin solid sebagai institusi sipil yang modern dan terpercaya. Pemerintah pun berharap momen positif ini menjadi pijakan untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor demi menjaga stabilitas nasional, mulai dari stabilitas keamanan hingga stabilitas pangan, sebagai fondasi utama mewujudkan Indonesia Emas.
Comments (0)