Kapolda Sumsel Gelar Doa Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara
Palembang, Terdepan.id – Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada Rabu, 1 Juli besok, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar doa bersama lintas agama.
Palembang, Terdepan.id – Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada Rabu, 1 Juli besok, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar doa bersama lintas agama. Kegiatan yang sarat akan nuansa spiritual ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho, di Markas Polda Sumsel.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri oleh jajaran petinggi kepolisian, tetapi juga melibatkan para pemuka agama dari berbagai kepercayaan. Tampak mendampingi Kapolda dalam prosesi khidmat tersebut, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda), serta seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel.
Irjen Sandi Nugroho menyampaikan pesan mendalam bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa hanya bertumpu pada upaya lahiriah. "Kita tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan fisik dan strategi operasional semata. Ikhtiar batin, doa, serta dukungan spiritual dari seluruh elemen masyarakat adalah fondasi tak terlihat yang justru sangat menentukan kondusivitas wilayah," tegas Kapolda dalam sambutannya.
Pesan Mendalam Kapolda: Refleksi dan Harmoni di Usia ke-80
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Sandi Nugroho menekankan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tahun ini mengusung tema refleksi sekaligus penguatan harmoni. Menurutnya, di usia Korps Bhayangkara yang ke-80, sinergi antara pendekatan keamanan modern dan nilai-nilai religius menjadi kunci utama dalam merawat persatuan bangsa, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.
"Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momen bagi kami untuk merenungkan kembali hakikat pengabdian, bahwa kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman lahir dan batin," imbuhnya. Kapolda juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para alim ulama, pendeta, pastor, dan seluruh tokoh lintas agama yang telah menjadi mitra strategis kepolisian dalam meredam potensi konflik sosial.
Pantauan Terdepan.id di lokasi, suasana doa bersama berlangsung sangat khusyuk. Acara ini menjadi simbol bahwa di tengah perbedaan keyakinan, seluruh komponen masyarakat Sumsel bersatu padu mendoakan agar institusi Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya (Presisi) dalam menjalankan tugasnya. Dengan menggandeng seluruh lapisan masyarakat dalam bingkai spiritual, Polda Sumsel berharap stabilitas keamanan di Bumi Sriwijaya dapat terus terjaga menjelang, selama, dan pasca perayaan Hari Bhayangkara ke-80.
Comments (0)