Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Asap Tebal Membubung Tinggi
Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, dilanda kebakaran hebat pada Selasa (30/6/2026). Api dengan cepat membesar dan memicu kepulan asap tebal berwarna pu
Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, dilanda kebakaran hebat pada Selasa (30/6/2026). Api dengan cepat membesar dan memicu kepulan asap tebal berwarna putih kehitaman yang membumbung tinggi ke udara, terlihat dari jarak beberapa kilometer. Warga di sekitar lokasi pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pernapasan akibat asap pekat dari sampah yang terbakar.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tangerang mengonfirmasi peristiwa tersebut melalui laporan yang diterima Terdepan.id.
"Betul kebakaran. Untuk saat ini sedang dalam proses pemadaman," kata seorang petugas Damkar, Selasa (30/6/2026).
Pihaknya telah menerjunkan sedikitnya 7 unit mobil pemadam kebakaran beserta puluhan personel untuk menjinakkan si jago merah. Namun, luasnya area TPA dan karakteristik sampah yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup menantang. Sumber api diduga berasal dari tumpukan sampah organik yang menghasilkan gas metana, yang kemudian tersulut oleh suhu panas ekstrem atau puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Dampak dan Tindakan Otoritas
Asap tebal yang mengepul tidak hanya mengganggu jarak pandang di jalan sekitar, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Polusi udara yang dihasilkan dari pembakaran sampah mengandung zat berbahaya seperti dioksin dan furan, yang dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan data sementara dari petugas kesehatan setempat, belum ada laporan korban jiwa, tetapi beberapa warga diimbau untuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait juga tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau kualitas udara dan memastikan tidak ada perluasan dampak ke pemukiman padat penduduk di sekitar TPA. "Kami juga sedang menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini, apakah murni faktor alam atau adanya unsur kelalaian," lanjut petugas.
Ini bukan kali pertama TPA Jatiwaringin mengalami kebakaran. Pada tahun-tahun sebelumnya, kebakaran serupa beberapa kali terjadi, terutama saat musim kemarau panjang. Kondisi itu menimbulkan desakan agar pemerintah segera merevitalisasi sistem pengelolaan sampah di TPA tersebut dengan teknologi sanitary landfill yang lebih aman. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku melakukan pendinginan di titik-titik api yang tersebar di kawasan TPA seluas puluhan hektare itu. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Comments (0)