Menpora Erick Thohir Puji Perkembangan PSIM Yogyakarta
Jakarta, Terdepan.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan kompetisi sepak bol
Jakarta, Terdepan.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan kompetisi sepak bola nasional, khususnya BRI Super League 2025/2026. Dalam konferensi pers di kantor Kemenpora RI, Selasa (23/9/2025), ia menyoroti peran pemain muda sebagai aset berharga, dengan menyebut selebrasi ikonik pemain PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, saat menghadapi Persebaya Surabaya sebagai contoh nyata regenerasi yang berjalan.
Evaluasi Paruh Musim BRI Super League 2025/2026
Menpora Erick Thohir yang didampingi jajaran deputi Kemenpora menjelaskan bahwa evaluasi paruh musim menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kompetitif dan pembinaan. Ia mengungkapkan, rata-rata menit bermain pemain di bawah 23 tahun naik 22% dibanding musim sebelumnya, yang menurutnya menjadi indikator keberhasilan program pembinaan berjenjang.
"Kami melihat BRI Super League musim ini lebih ketat dan menarik. Yang paling membanggakan adalah munculnya banyak pemain muda berbakat yang mampu bersaing di level tertinggi," ujar Erick Thohir.
Ia mencontohkan laga antara PSIM Yogyakarta melawan Persebaya Surabaya yang digelar pada Jumat (8/8/2025) di Stadion Gelora Bung Tomo. Dalam pertandingan tersebut, PSIM yang berstatus tim promosi mampu mencuri perhatian setelah berhasil mencetak gol ke gawang tuan rumah. Momen selebrasi pemain muda Cahya Supriadi menjadi viral dan dianggap merepresentasikan semangat generasi baru sepak bola Indonesia.
Profil Cahya Supriadi dan Selebrasi Viral
Cahya Supriadi, gelandang serang berusia 21 tahun, menjadi sorotan setelah selebrasinya diabadikan oleh fotografer Bola.com. Saat PSIM sukses menjebol gawang Persebaya, Cahya terlihat berlari ke sudut lapangan sambil mengepalkan tangan, diikuti rekan setimnya. Ekspresi penuh emosi itu sontak menuai pujian di media sosial dan menjadi simbol optimisme bagi pendukung tim promosi.
Menpora Erick Thohir menyebut penampilan Cahya sebagai bukti bahwa kebijakan memberi menit bermain kepada pemain muda membuahkan hasil. "Anak-anak muda seperti Cahya menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekadar pelengkap, tetapi bisa menjadi pembeda. Ini yang kita butuhkan untuk membangun mental juara menuju target Piala Dunia 2030," tegasnya.
Dukungan Infrastruktur dan Anggaran Pembinaan
Dalam paparannya, Erick juga mengumumkan alokasi dana pembinaan usia dini sebesar Rp150 miliar untuk 34 provinsi di tahun 2025. Dana tersebut akan difokuskan pada pelatihan pelatih lokal, pengadaan peralatan standar, serta kompetisi reguler di tingkat U-13, U-16, dan U-19. Ia optimistis, dengan ekosistem yang mendukung, Indonesia dapat melahirkan lebih banyak talenta sekaliber Cahya Supriadi.
- Alokasi Rp150 miliar untuk pembinaan usia dini di seluruh Indonesia.
- Peningkatan 22% menit bermain pemain U-23 di BRI Super League 2025/2026.
- PSIM Yogyakarta sebagai contoh tim promosi yang mengandalkan skuad muda.
Kronologi Konferensi Pers
- 09.45 WIB: Erick Thohir tiba di Kantor Kemenpora dan menyapa awak media.
- 10.00 WIB: Sesi pemaparan dimulai dengan evaluasi paruh musim BRI Super League.
- 10.20 WIB: Menyoroti data peningkatan performa pemain muda dan menyebut contoh selebrasi Cahya Supriadi di laga PSIM vs Persebaya.
- 10.45 WIB: Sesi tanya jawab; Menpora menjelaskan alokasi dana pembinaan dan target jangka panjang.
- 11.15 WIB: Konferensi pers berakhir dengan pesan optimisme terhadap masa depan sepak bola nasional.
Dengan sorotan dari Menpora, PSIM Yogyakarta yang saat ini menduduki papan tengah klasemen diharapkan terus konsisten mengembangkan pemain mudanya. Skuad asuhan pelatih Seto Nurdiyantoro dikenal kerap memberi kesempatan kepada pemain akademi, termasuk Cahya Supriadi yang kini telah tampil dalam 18 pertandingan dan mengoleksi tiga gol musim ini.
Langkah ini sejalan dengan visi besar PSSI dan Kemenpora untuk membawa Indonesia ke putaran final Piala Dunia 2030. Erick menutup pernyataannya dengan ajakan kolaborasi, "Kuncinya ada di kompetisi yang sehat dan pembinaan berjenjang. Saya yakin kita bisa."
Dari ruang konferensi pers hingga selebrasi di lapangan hijau, pesannya seragam: regenerasi bukan lagi wacana, melainkan realitas yang mulai terlihat di kancah sepak bola tanah air.
[SOCIAL_TWEET]: Menpora @erickthohir soroti regenerasi pemain muda di BRI Super League 2025/2026. Dari selebrasi Cahya Supriadi di laga PSIM vs Persebaya, ia yakin masa depan sepak bola Indonesia cerah. #BRILeague #SepakBolaIndonesia #TalentaMuda[SOCIAL_TG]: ⚽ Menpora Erick Thohir: Pemain Muda Kunci Kemajuan Liga Super 2025/2026. PSIM Yogyakarta dan Cahya Supriadi dapat sorotan usai selebrasi ikonik di Gelora Bung Tomo. Selengkapnya di sini!
Comments (0)