Mendag Budi Santoso Sabet Penghargaan Penggerak Ekonomi Desa Mandiri di Bali‑Nusra Awards 2026
Denpasar – Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima Anugerah Figur Akselerator Kemajuan Kategori Penggerak Transformasi Ekonomi Desa Mandiri dalam ajang Bali‑Nusra Awards 2026 yang diselenggarak
Denpasar – Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima Anugerah Figur Akselerator Kemajuan Kategori Penggerak Transformasi Ekonomi Desa Mandiri dalam ajang Bali‑Nusra Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Terdepan.id. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, pada malam penganugerahan yang berlangsung di The Trans Resort Bali, Jumat lalu.
Apresiasi ini diberikan sebagai pengakuan atas keberhasilan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mendorong desa-desa di seluruh Indonesia menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global. Melalui program unggulan “Desa BISA Ekspor”, Kemendag berhasil menghubungkan potensi lokal dengan pasar internasional secara langsung. Program ini dirancang untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sentra industri kecil menengah (IKM) di tingkat desa, sehingga produk-produk unggulan dari berbagai pelosok negeri mampu menembus pasar ekspor.
Transformasi Desa Melalui Ekspor
Dalam sambutannya, Budi Santoso menekankan bahwa kemandirian ekonomi desa tidak lagi sekadar wacana. “Desa BISA Ekspor bukan hanya mendorong produk lokal untuk didagangkan di luar negeri, tetapi juga membangun ekosistem usaha dari hulu ke hilir, mulai dari pendampingan kualitas produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital yang mendunia,” ujarnya saat ditemui usai acara.
“Kami telah memetakan 741 desa potensial di seluruh Indonesia sebagai sentra IKM. Masing‑masing memiliki keunikan produk, mulai dari kerajinan tangan, produk pertanian olahan, hingga fesyen etnik berbahan ramah lingkungan. Target kami adalah menjadikan 50 persen dari desa tersebut sebagai pemain aktif di pasar ekspor pada akhir tahun ini,” tambah Budi.
Program Desa BISA Ekspor tidak hanya berfokus pada volume ekspor, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di desa. Ratusan pelaku UMKM telah mendapatkan pelatihan sertifikasi mutu, akses pembiayaan ekspor, serta kemudahan administrasi perdagangan lintas negara. Hal ini membuat banyak desa yang sebelumnya hanya mengandalkan pasar lokal kini mampu menjangkau pembeli di Eropa, Amerika, dan Asia Timur.
Chairul Tanjung dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor desa memiliki potensi yang luar biasa apabila dikelola dengan pendekatan bisnis modern. Ia mengapresiasi langkah Kemendag yang tidak hanya menyediakan akses pasar, tetapi juga membangun mental wirausaha global di kalangan masyarakat desa. “Ini adalah langkah transformatif yang mengubah wajah ekonomi kita,” katanya.
Penghargaan Bali‑Nusra Awards 2026 sendiri merupakan ajang tahunan yang diinisiasi oleh Terdepan.id untuk memberikan apresiasi kepada figur-figur yang mendorong percepatan pembangunan di wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan secara umum di Indonesia. Kategori penggerak transformasi ekonomi desa mandiri menjadi salah satu nominasi paling bergengsi karena menyoroti inovasi konkret di lapangan.
Budi Santoso berharap penghargaan ini dapat menjadi momentum untuk memperluas jangkauan program serupa, terutama di wilayah Indonesia timur yang memiliki banyak desa dengan potensi besar namun minim akses. Ia juga mengajak pemerintah daerah dan sektor swasta untuk bersama‑sama membangun infrastruktur logistik desa‑kota yang lebih efisien agar rantai pasok ekspor semakin kuat.
Dengan bertambahnya jumlah desa eksportir, nilai ekspor produk UMKM nasional diharapkan terus meningkat. Data Kemendag menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2026, kontribusi desa binaan program BISA Ekspor terhadap total ekspor non‑migas naik 18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi bukti bahwa desa bisa menjadi pilar utama dalam perdagangan global jika didukung kebijakan yang tepat.
Comments (0)