MAROS — Kalapas Narkotika Hadiri Turnamen Futsal U-17, Dukung Hari Anak Nasional 2026

MAROS – Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 diramaikan dengan gelaran turnamen futsal U-17 bertajuk “Gelora Anak Bangsa” yang digelar oleh Lembaga

Jul 09, 2026 - 18:34
0 0
MAROS – Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 diramaikan dengan gelaran turnamen futsal U-17 bertajuk “Gelora Anak Bangsa” yang digelar oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, hadir mendampingi langsung jalannya pembukaan turnamen pada Rabu (8/7). Kehadiran ini menandai sinergi antar-satuan pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan anak binaan. Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, serta jajaran kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan dan unsur Forkopimda.

Kronologi Pembukaan

  1. 08.30 WITA: Bupati Maros, Chaidir Syam, melakukan tendangan bola pertama sebagai simbol pembukaan turnamen. Ia menegaskan bahwa olahraga menjadi instrumen pembentuk karakter dan sportivitas generasi muda, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di LPKA.
  2. 09.00 WITA: Kepala Kanwil Ditjen PAS Sulsel, Mulyadi, menyampaikan sambutan. Ia menekankan bahwa turnamen ini adalah wujud nyata pemenuhan hak anak atas pengembangan diri sesuai amanat Undang-Undang Perlindungan Anak.
  3. 09.30 WITA: Kalapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, memasuki arena bersama para kepala UPT Pemasyarakatan lainnya. Kehadirannya disambut meriah oleh anak binaan LPKA Maros yang berlaga pada hari pertama.
  4. 11.00 WITA: Pertandingan pertama dimulai. Gunawan menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para pemain muda, menyuntikkan motivasi agar mereka tetap bersemangat dan percaya bahwa masa depan masih bisa digenggam.

Dukungan Lintas Sektor untuk Anak Binaan

Turnamen “Gelora Anak Bangsa” melibatkan tim-tim yang terdiri dari anak binaan LPKA Maros serta beberapa sekolah dan klub lokal undangan. Format pertandingan menerapkan sistem setengah kompetisi dengan total 8 tim peserta. Lebih dari sekadar ajang adu skill, turnamen ini menjadi wahana penanaman nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah. Gunawan dalam keterangannya menyebut penyelenggaraan turnamen ini sebagai langkah konkret yang patut diapresiasi. “Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada anak-anak binaan untuk terus berkembang dan menunjukkan potensi terbaik mereka. Meskipun sedang menjalani masa pembinaan, mereka tetap bagian dari generasi penerus bangsa yang memiliki hak untuk tumbuh, belajar, berkreasi, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Hari Anak Nasional sebagai pengingat bahwa perhatian, perlindungan, dan pembinaan optimal harus diberikan kepada setiap anak tanpa terkecuali. “Dari sini harapan besar kita: anak-anak binaan tidak kehilangan hari esoknya. Setelah kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi mandiri, berkemampuan, dan memberikan kontribusi positif,” imbuh Gunawan.

Makna Strategis Turnamen

LPKA Maros memposisikan turnamen ini sebagai program pembinaan berbasis olahraga yang terintegrasi dengan kalender nasional Hari Anak. Data internal LPKA Maros menunjukkan bahwa 92 persen anak binaan mengikuti minimal satu kegiatan ekstrakurikuler selama masa binaan, dan futsal menjadi salah satu kegiatan paling diminati karena selain menyehatkan, juga membangun kembali rasa percaya diri yang sempat runtuh. Kepala Kanwil Ditjen PAS Sulsel, Mulyadi, menambahkan bahwa ke depan format turnamen akan diperluas dengan memasukkan cabang olahraga lain seperti bola voli dan atletik. “Kami terus mengupayakan agar anak binaan memiliki banyak pilihan pengembangan bakat. Pada akhirnya, tujuan besar pemasyarakatan adalah reintegrasi sosial yang sukses,” katanya. Melalui partisipasi Kalapas Narkotika Gunawan, sinyal kuat dikirimkan bahwa pembinaan anak memerlukan dukungan lintas lembaga. Sekalipun anak berada di bawah binaan LPKA, dukungan dari unit-unit pemasyarakatan lain turut menjamin pemenuhan hak anak berjalan holistik. Turnamen “Gelora Anak Bangsa” pun menjadi bukti bahwa di balik jeruji pun gelora semangat anak bangsa tetap menyala.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User