Mac Allister Sebut Mo Salah Pemain Terbaik Kedua Setelah Messi

Suasana dramatis pascapeluit panjang di Anfield menyisakan momen langka yang membuktikan sepak bola tak hanya soal gol, tapi juga ketulusan. Alexis Mac All

Jul 09, 2026 - 06:45
0 0
Mac Allister Sebut Mo Salah Pemain Terbaik Kedua Setelah Messi

Suasana dramatis pascapeluit panjang di Anfield menyisakan momen langka yang membuktikan sepak bola tak hanya soal gol, tapi juga ketulusan. Alexis Mac Allister, yang kala itu masih berseragam Brighton & Hove Albion, berjalan mendekati Mohamed Salah untuk saling bertukar kaus di lapangan. Di tengah rasa lelah dan kekecewaan hasil, gestur itu justru memancarkan respek tinggi. Mac Allister kemudian mengungkapkan isi hatinya kepada awak media: menurutnya, Salah adalah pemain terbaik kedua di dunia setelah Lionel Messi. Pujian ini bukan sekadar basa-basi pertukaran kaus—ia dilontarkan dengan keyakinan yang didasarkan pada pengalaman langsung berduel dengan winger Liverpool itu di lapangan hijau. Menyaksikan pergerakan, visi, dan determinasi Salah dari jarak sangat dekat membuat Mac Allister tak ragu menaruh sang bintang Mesir itu di strata tepat di bawah La Pulga. Pernyataan ini sontak memantik diskusi hangat tentang hierarki pesepakbola elit era modern.

Setelah pindah ke Liverpool pada musim panas 2023, Mac Allister kini menjadi rekan setim Salah. Meskipun kini berbagi ruang ganti, pandangannya tak berubah: "Saya sudah mengatakannya sebelum bergabung, dan sekarang saya semakin yakin. Mo adalah pemain luar biasa yang konsistensinya hanya bisa disaingi oleh Messi dalam satu dekade terakhir," ujarnya dalam sebuah wawancara. Konsistensi itu terlihat dari catatan Salah yang selalu mencetak minimal 20 gol di Premier League dalam lima musim terakhir—sebuah statistik yang nyaris mustahil dipertahankan oleh pemain sayap mana pun. Mac Allister menekankan bahwa Salah tak cuma memberi angka, tapi juga menciptakan momen-momen penentu yang mengubah arah pertandingan. Kemampuannya memaksimalkan peluang setengah jadi, ditambah kecepatan memproses keputusan di area kotak penalti, menjadikannya ancaman unik yang belum banyak tertandingi.

Analisis: Posisi Salah di Papan Atas Sepak Bola Global

Pengakuan seperti yang dilontarkan Mac Allister membuka perdebatan lebih dalam tentang di mana tepatnya tempat Salah di antara megabintang seperti Kylian Mbappé, Erling Haaland, Vinícius Júnior, atau Kevin De Bruyne. Jika Messi dianggap sebagai "puncak" yang tak terjangkau, maka posisi kedua menjadi rebutan banyak nama. Namun argumen Mac Allister bertumpu pada dua pilar: keandalan dan pengaruh instan. Menariknya, ia tak menyebut nama-nama besar yang kerap dibandingkan dengan Salah, melainkan langsung mempersempit opsi pada pemain asal Mesir itu. Data kuantitatif menunjukkan bahwa Salah tak hanya unggul dalam jumlah gol, tapi juga dalam expected assists (xA) dan shot-creating actions per 90 menit dibanding rekan-rekan seposisinya. Ini berarti serangan Liverpool memang didesain memaksimalkan potensi kreatifnya sebagai pembuka ruang, bukan sekadar penyelesai akhir.

PemainGol Liga Musim 2023/2024Assist/90 menitBig Chances CreatedKemenangan Ballon d'Or
Mohamed Salah250.42230
Kylian Mbappé270.35180
Erling Haaland270.15110
Vinícius Júnior150.38200
Lionel Messi (pembanding)20 (MLS+Leagues Cup)0.55228

Dari tabel di atas, terlihat bahwa Salah unggul dalam kreasi peluang emas dan assist per 90 menit dibanding sebagian besar penyerang top. Mbappé dan Haaland mungkin lebih tajam dalam urusan gol, tetapi kontribusi holistik Salah—mencakup tekanan defensif tinggi, transisi cepat, dan kreasi untuk orang lain—mendekati profil pemain lengkap seperti Messi di masa puncaknya. Itulah mengapa Mac Allister tak hanya menyanjung jumlah gol Salah, melainkan keseluruhan dampaknya.

Sir Kenny Dalglish, legenda Liverpool, menyambut pujian Mac Allister dengan mengatakan, "Mo sudah membuktikan dirinya di level tertinggi selama bertahun-tahun. Jika ada pemain yang pantas disebut yang terbaik setelah Messi, dia adalah salah satu kandidat terkuat. Konsistensi di Premier League—liga terberat di dunia—membedakannya dari para pencetak gol hebat lainnya." Pernyataan ini meneguhkan bahwa pengakuan terhadap Salah bukan hanya dari rekan sejawat, melainkan juga dari para pengamat senior yang telah menyaksikan banyak generasi emas sepak bola.

Momen pertukaran kaus itu kini dikenang bukan sekadar ritual biasa, melainkan simbol pengakuan antarpemain yang jarang terjadi. Ketika Alexis Mac Allister—seorang pemain yang juga jebolan tim juara dunia Argentina—memberikan penghormatan setinggi itu kepada lawan, itu menjadi bukti sah bahwa Mohamed Salah telah menuliskan namanya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Bagi Liverpool, memiliki pemain yang disebut-sebut hanya kalah dari Messi adalah aset tak ternilai di tengah pesatnya kompetisi modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User