Luhut Tegaskan MBG Program Flagship Prabowo saat Evaluasi Tata Kelola dengan BGN
Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menggelar pertemuan strategis dengan dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari dan Trenggono, pada Selasa so
Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menggelar pertemuan strategis dengan dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari dan Trenggono, pada Selasa sore (23/6/2026). Dalam perbincangan yang berlangsung di Jakarta tersebut, Luhut menekankan kembali posisi penting program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program unggulan atau flagship Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini menjadi momen krusial untuk mengevaluasi dan memperkuat fondasi tata kelola program yang menyasar langsung perbaikan gizi masyarakat Indonesia.
Informasi ini diperoleh Terdepan.id dari unggahan di akun Instagram resmi @luhut.pandjaitan. Luhut menyampaikan bahwa diskusi tersebut difokuskan pada upaya evaluasi dan perbaikan tata kelola MBG agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Kehadiran Agustina Arumsari dan Trenggono—sebagai Wakil Kepala BGN—menunjukkan sinergi lintas lembaga antara DEN dengan badan yang kini memegang mandat utama pengelolaan program gizi nasional.
MBG Sebagai Pilar Transformasi Gizi Nasional
Program Makan Bergizi Gratis memang telah ditetapkan sebagai inisiatif prioritas dalam kabinet Prabowo-Gibran. Sasaran program ini adalah anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan balita dari keluarga kurang mampu, dengan tujuan menurunkan angka stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Dalam pertemuan internal pemerintah beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan MBG akan menjadi tolok ukur komitmen negara terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi mendatang.
Melalui perbincangan dengan BGN, Luhut yang juga dikenal sebagai tokoh senior dalam berbagai inisiatif pembangunan strategis, berupaya memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan secara seremonial, melainkan memiliki sistem pengawasan, distribusi, dan pelaporan yang akuntabel. Hal ini sejalan dengan mandat DEN yang bertugas memberikan masukan kebijakan ekonomi berbasis bukti, termasuk dampak jangka panjang investasi di bidang gizi terhadap produktivitas nasional.
"Sore ini saya bertemu dengan dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka evaluasi dan perbaikan tata kelola program flagship Presiden Prabowo," tulis Luhut dalam keterangan yang menyertai unggahan tersebut, seperti dikutip Terdepan.id.
Pernyataan Luhut itu menegaskan bahwa pemerintah serius mengawal implementasi MBG, terutama dari sisi tata kelola yang baik. Evaluasi ini penting mengingat skala program yang masif dan melibatkan rantai pasok pangan, dapur umum sekolah, serta integrasi data penerima manfaat. Sejumlah pengamat dari lembaga riset independen sebelumnya mengingatkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada alokasi anggaran, melainkan juga pada kesiapan institusi pelaksana di lapangan dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pertemuan ini juga menandai penguatan peran BGN yang baru terbentuk sebagai ujung tombak pelaksana program gizi nasional. Agustina Arumsari dan Trenggono, sebagai wakil kepala badan, membawa perspektif operasional dan teknis yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan lapangan. Sementara Luhut, dengan pengalaman panjangnya di sektor kemaritiman dan investasi, diperkirakan memberikan arahan strategis tentang pengelolaan sumber daya dan kemitraan dengan sektor swasta untuk mendukung keberlanjutan program. Belum ada pernyataan resmi dari BGN terpisah setelah pertemuan tersebut, namun langkah koordinasi ini diharapkan mempercepat penyempurnaan mekanisme penyaluran makan bergizi gratis tepat waktu dan tepat mutu.
Comments (0)