Kunjungi TPA Nusakambangan, Titiek Minta Tiap Lapas Budayakan Pilah Sampah

Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu

Jul 08, 2026 - 05:55
0 1
Kunjungi TPA Nusakambangan, Titiek Minta Tiap Lapas Budayakan Pilah Sampah

Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/2026). Salah satu titik yang menjadi fokus perhatiannya adalah Balai Latihan Kerja di area Tempat Pembuangan Akhir (BLK TPA) yang selama ini menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah bagi warga binaan pemasyarakatan.

Pilah Sampah Harus Jadi Budaya di Setiap Lapas

Titiek Soeharto menekankan bahwa inisiatif memilah sampah di Nusakambangan bukan sekadar aktivitas tambahan untuk narapidana, melainkan harus menjadi budaya yang melekat di setiap lembaga pemasyarakatan. Dalam kesempatan itu, ia berdialog dengan para mitra yang telah menggandeng pihak lapas untuk melatih para narapidana mengolah beragam jenis limbah.

“Sampah ini kan dipilah-pilah. Produknya jadinya apa nanti?”

Pertanyaan Titiek tersebut disampaikan langsung kepada pelatih dan pengelola program saat meninjau alur pemilahan dan pengolahan sampah yang dijalankan oleh para narapidana. Ia tampak serius menyimak penjelasan mengenai rantaian proses, dari pengumpulan material, pemisahan berdasarkan kategori, hingga produk akhir bernilai ekonomi yang siap didistribusikan.

Transformasi Wajah Baru Pulau Penjara

Kunjungan ini adalah bagian dari upaya pengawasan Komisi IV terhadap program ketahanan pangan serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pulau Nusakambangan. Langkah tersebut dinilai mampu menciptakan perubahan citra pulau yang sebelumnya identik semata sebagai tempat penjara dengan keamanan super maksimum.

Menurut laporan Terdepan.id di lokasi, program pengolahan sampah di BLK TPA ini mengajarkan para narapidana untuk mengubah barang bekas dan limbah menjadi kerajinan tangan, material daur ulang, hingga pupuk organik. Titiek pun mendorong agar terobosan serupa direplikasi di lapas-lapas lain di Indonesia, sehingga setiap pemasyarakatan memiliki bengkel ramah lingkungan yang produktif.

Selain meninjau area pengolahan sampah, Titiek Soeharto juga memeriksa sejumlah produk hasil keterampilan para narapidana lain, termasuk rumah dinas berbahan batako Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang menjadi bukti nyata pemanfaatan limbah oleh warga binaan Nusakambangan. Adaptasi teknologi daur ulang yang terintegrasi dengan pelatihan kerja inilah yang ia harapkan terus diperluas agar para mantan narapidana memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User