Kontroversi rasisme kembali mencoreng panggung sepak bola dunia. Kali ini, seorang senator Paraguay, Celeste Amarilla, m

Pernyataan Amarilla yang tersebar di media sosial langsung memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan di Prancis. Mbappe, yang menjadi sasaran serangan, tidak tinggal diam. Bintang Real Madrid i

Jul 08, 2026 - 08:03
0 0
Kontroversi rasisme kembali mencoreng panggung sepak bola dunia. Kali ini, seorang senator Paraguay, Celeste Amarilla, m

Pernyataan Amarilla yang tersebar di media sosial langsung memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan di Prancis. Mbappe, yang menjadi sasaran serangan, tidak tinggal diam. Bintang Real Madrid itu dengan tegas menyebut Amarilla sebagai sosok yang "tercela" dan menilai senator tersebut "tidak layak menduduki jabatannya".

"Kami tidak akan mentoleransi segala bentuk diskriminasi. Pernyataan tersebut tidak hanya menghina saya, tetapi juga menodai semangat sportivitas dan nilai-nilai kemanusiaan," tegas Mbappe dalam unggahan di akun media sosialnya, yang dikutip oleh Terdepan.id dari AFP, Selasa (7/7/2026).

Kekalahan Paraguay di Philadelphia pada Sabtu (4/7) malam waktu setempat memang berlangsung dalam tensi tinggi. Les Bleus sukses mengamankan tiket perempat final lewat gol tunggal yang tercipta di babak kedua, memupuskan harapan wakil Amerika Selatan itu. Namun, serangan rasis yang muncul setelah laga justru mengalihkan fokus dari pertandingan yang seharusnya menjadi perayaan sportivitas.

Gelombang protes dari publik Prancis terus bergulir. Tagar #TolakRasisme menjadi trending di media sosial, diiringi kecaman terhadap Amarilla. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) disebut-sebut akan mengirimkan surat protes resmi kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL). Sejumlah tokoh olahraga dan politisi Prancis juga menyuarakan kekecewaan serupa, menuntut investigasi dan sanksi tegas atas tindakan senator Paraguay tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Amarilla belum memberikan klarifikasi atau permintaan maaf resmi. Sementara itu, publik internasional terus mendesak agar FIFA turun tangan. Insiden ini kembali membuka luka lama tentang rasisme yang kerap menodai dunia sepak bola, terutama di level internasional. Mbappe sendiri diketahui telah berulang kali menjadi korban pelecehan serupa, dan kali ini ia mendapat dukungan penuh dari rekan setim serta para penggemarnya.

Prancis pun berdiri di belakang kaptennya. Kemarahan yang membara di negara itu bukan sekadar tentang sebuah pertandingan, melainkan tentang harga diri dan perjuangan melawan diskriminasi yang tak berkesudahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User