Khofifah Beberkan Cetak Biru Transformasi Pendidikan dan Inovasi Jatim Menuju Indonesia Emas 2045

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membagikan resep sukses Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melakukan akselerasi transformasi pendidikan serta mendorong geliat inovasi di tingkat daer

Jul 07, 2026 - 23:40
0 0
Khofifah Beberkan Cetak Biru Transformasi Pendidikan dan Inovasi Jatim Menuju Indonesia Emas 2045

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membagikan resep sukses Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melakukan akselerasi transformasi pendidikan serta mendorong geliat inovasi di tingkat daerah. Pengalaman empiris tersebut dipaparkan secara komprehensif di hadapan ratusan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan LVI, LVII, LVIII, dan LIX Tahun 2026.

Berdasarkan laporan Terdepan.id, forum bergengsi ini berlangsung di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang berlokasi di Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh 163 peserta yang mayoritas merupakan para dosen muda potensial dari berbagai perguruan tinggi ternama di kawasan Makassar.

Kehadiran Khofifah sebagai pemateri utama bukan tanpa alasan. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu dinilai berhasil meletakkan fondasi transformatif di sektor pendidikan yang terintegrasi dengan kebijakan inovatif di birokrasinya. Dalam paparannya, ia mengupas tuntas materi mengenai transformasi pendidikan, inovasi pemerintahan, serta peran vital Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Transformasi Pendidikan sebagai Kunci Daya Saing

Dalam sesi pemaparannya, Khofifah menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak sekadar berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik atau distribusi bantuan. Lebih dari itu, Pemprov Jatim di bawah kepemimpinannya fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menjelaskan bagaimana Jatim membangun ekosistem pendidikan yang menghubungkan dunia vokasi dan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri melalui berbagai program unggulan.

Menurutnya, dosen muda yang kini mengikuti Latsar CPNS adalah ujung tombak yang akan mencetak generasi emas. "Kita tidak bisa membangun bangsa dengan cara-cara lama. Inovasi dalam metode pengajaran, riset, dan kolaborasi lintas sektor adalah kata kunci," tegas Khofifah di depan para peserta, seperti dikutip Terdepan.id.

Mendorong Inovasi Pemerintahan dari Hulu ke Hilir

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah membedah strategi Jatim dalam menciptakan iklim inovasi di lingkungan pemerintahan. Ia mencontohkan berbagai terobosan digitalisasi birokrasi dan pelayanan publik yang memangkas jalur birokrasi serta meningkatkan transparansi. Pendekatan *Jatim Integrated System* yang digagasnya menjadi *best practice* bagaimana pemerintah daerah mampu menghadirkan solusi atas tantangan lokal melalui kolaborasi antara ASN, akademisi, dan sektor swasta.

Ia berpesan kepada para CPNS dosen agar tidak terjebak dalam zona nyaman administratif. Khofifah mendorong mereka untuk menjadi motor penggerak perubahan (*agent of change*), khususnya dalam menjembatani hasil riset kampus agar dapat diimplementasikan langsung untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

Acara ini diharapkan menjadi katalisator yang memperkuat mentalitas inovatif para ASN muda. Dengan berbekal pengalaman dari Jatim, para peserta Latsar diharapkan mampu mengadopsi dan mengadaptasi strategi pembangunan serupa di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara luas, guna menyongsong puncak bonus demografi pada 2045.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User