Keluhan seorang nasabah asuransi Prudential mendadak viral di media sosial setelah mengungkapkan bahwa klaim kesehatan s
Klaim Rawat Inap Ditolak, Reimburse Tiga Bulan Mandek Kisah ini bermula ketika pemilik akun @*ir*n*l di platform Threads membagikan pengalamannya menjalani rawat inap akibat diagnosa radang usus.
Klaim Rawat Inap Ditolak, Reimburse Tiga Bulan Mandek
Kisah ini bermula ketika pemilik akun @*ir*n*l di platform Threads membagikan pengalamannya menjalani rawat inap akibat diagnosa radang usus. Total biaya yang timbul dari perawatan tersebut mencapai Rp 123 juta. Akan tetapi, saat pertama kali diajukan, klaim asuransinya langsung ditolak oleh Prudential. Alhasil, nasabah tersebut terpaksa melunasi seluruh tagihan menggunakan dana pribadi, lalu memilih jalur reimburse, yakni mengajukan penggantian biaya setelah pembayaran dilakukan di muka.
"Total invoice rawat inap saya Rp 123 juta dan karena ditolak dari Prudent, akhirnya saya memakai dana pribadi untuk selanjutnya diajukan klaim reimburse. Tapi apa yang terjadi? Sudah hampir tiga bulan reimbursement saya belum cair," tulisnya di Threads, dikutip laporan Terdepan.id pada Jumat (3/7/2026).
Unggahan tersebut langsung menuai perhatian warganet karena nasabah tersebut mengaku ini adalah pengalaman pertamanya menggunakan manfaat polis setelah lebih dari satu tahun menjadi peserta. Alih-alih mendapatkan perlindungan finansial, ia justru harus menghadapi ketidakpastian selama berbulan-bulan tanpa kejelasan kapan dana puluhan juta rupiah itu akan dikembalikan.
Rentetan Curhatan dan Respons Publik
Dalam unggahannya, nasabah itu tampak frustrasi karena merasa prosedur klaim dipersulit. Ia menyebut bahwa berbagai dokumen telah dilengkapi, tetapi proses verifikasi dan pencairan dananya terus tertunda. Kondisi ini diperparah oleh kenyataan bahwa biaya rumah sakit yang sudah terlanjur dibayarkan berasal dari tabungan pribadi yang seharusnya tidak tersedot jika klaim langsung disetujui.
Pengalaman serupa juga kerap dibagikan sejumlah nasabah lain di berbagai platform, yang mengeluhkan lambatnya respons perusahaan asuransi terhadap pengajuan klaim kesehatan. Meski demikian, unggahan soal klaim Rp 123 juta ini menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan karena nominalnya yang besar serta durasi penantian yang hampir menyentuh tiga bulan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Prudential Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait viralnya keluhan nasabah tersebut. Tim Terdepan.id masih berupaya menghubungi perwakilan perusahaan untuk meminta klarifikasi sekaligus penjelasan soal status pengajuan reimburse yang dikeluhkan.
Kasus ini menyoroti kembali pentingnya transparansi dan kecepatan penanganan klaim oleh perusahaan asuransi. Bagi nasabah, pengalaman pertama mengajukan klaim sering kali menjadi tolok ukur kepercayaan terhadap produk yang mereka beli. Ketika proses tersebut gagal memberi rasa aman, kekecewaan yang muncul bisa memicu reaksi publik yang lebih luas, seperti yang saat ini terjadi di jagat maya.
Comments (0)