Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Warga Mengungsi dan Alami ISPA

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, dilanda kebakaran besar yang memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Berdasarkan data yang dihimpun

Jul 06, 2026 - 12:55
0 0
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Warga Mengungsi dan Alami ISPA

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, dilanda kebakaran besar yang memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Berdasarkan data yang dihimpun Terdepan.id, sebanyak 232 jiwa kini menempati Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat yang terus mengepul. Hingga Minggu (5/7/2026), dari total 15 hektare lahan yang terbakar, sekitar 40% telah berhasil dipadamkan, sementara 60% sisanya masih dalam proses pengendalian.

Status Darurat dan Evakuasi Warga

Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 1 hingga 14 Juli 2026. Laporan yang diterima Terdepan.id menyebutkan bahwa 232 pengungsi terdiri dari 60 anak-anak, 7 lansia, 1 ibu hamil, 137 dewasa, 26 balita, dan 1 difabel. Seluruhnya dievakuasi ke lokasi yang relatif aman dari paparan asap agar terhindar dari risiko gangguan pernapasan.

“232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari seperti dikutip Terdepan.id.

Dampak Kesehatan: 139 Kasus ISPA

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat sebanyak 139 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat asap kebakaran. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menjelaskan bahwa simulasi teknis menunjukkan parameter PM2.5 sangat berbahaya bagi pernapasan langsung. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak beraktivitas di luar ruangan dalam radius 1,7 kilometer dari titik pusat kebakaran.

“Dari analisa data pantau hingga 3 Juli malam dan elaborasi data BMKG maka dengan simulasi pemodelan teknis parameter kunci PM2.5 yang berbahaya bagi pernafasan langsung/potensi penyebab ISPA, maka diperkirakan batas aman warga untuk berada di luar jarak (radius) 1,7 km dari titik pusat TPA Jatiwaringin,” papar Jumhur kepada Terdepan.id.

Selain itu, pemerintah setempat telah membagikan masker, menerjunkan tim medis, dan menjamin seluruh biaya pengobatan warga terdampak ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Helikopter Water Bombing Ditambah

Upaya pemadaman dari udara kini mengandalkan dua helikopter water bombing. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan akan menambah dua unit lagi pada Senin (6/7/2026), sehingga totalnya menjadi empat helikopter untuk mempercepat proses penjinakan api. Pemadaman melalui jalur darat juga terus berjalan seiring dengan pengendalian titik api yang tersisa.

“BNPB akan menambah 2 unit heli water bombing, sehingga total menjadi 4 unit, yang akan direposisi besok untuk mempercepat upaya pemadaman,” tegas Abdul Muhari.

Operasi Modifikasi Cuaca Belum Memungkinkan

Sementara itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) terpaksa ditunda hingga setidaknya sepekan ke depan. Meskipun satu unit pesawat OMC telah disiagakan, ketiadaan awan hujan yang memadai membuat langkah tersebut belum dapat dieksekusi. BNPB memastikan pesawat akan langsung dioperasikan begitu potensi awan hujan muncul.

Pantauan Terdepan.id di lapangan menunjukkan asap masih menyelimuti sejumlah desa di sekitar TPA. Warga berharap api dapat segera padam total sehingga mereka bisa kembali beraktivitas dan menempati rumah masing-masing dengan aman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User