Kala Prabowo Subianto Akui Berguru Ilmu Politik dari Nahdlatul Ulama

Bangkalan, Terdepan.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pengakuan menarik di hadapan ribuan nahdliyin yang memadati area penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama

Jul 07, 2026 - 23:57
0 0
Kala Prabowo Subianto Akui Berguru Ilmu Politik dari Nahdlatul Ulama

Bangkalan, Terdepan.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pengakuan menarik di hadapan ribuan nahdliyin yang memadati area penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU). Dalam pidatonya, Prabowo secara rendah hati menyatakan bahwa ia seharusnya menimba ilmu politik dari organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Momen bersejarah itu terjadi di kompleks Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Pantauan media kami di lapangan, Selasa (23/6), Prabowo tiba dengan mengenakan setelan safari khaki yang menjadi ciri khasnya, lengkap dengan peci hitam. Kehadirannya disambut hangat oleh jajaran pengurus tertinggi PBNU, termasuk Rais Aam Miftachul Akhyar, Ketua Umum Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Senyum sumringah terpancar dari wajah Presiden saat ia menyusuri barisan para kiai dan santri yang telah menanti sejak pagi. Suasana kekeluargaan begitu terasa, di mana para tokoh nasional duduk lesehan dalam balutan suasana religius yang kental.

Pengakuan di Hadapan Para Ulama

Di podium utama, Prabowo tampak begitu luwes menyapa para hadirin. Dengan gaya bicaranya yang khas, ia mengungkapkan refleksi mendalamnya soal perjalanan politiknya. "Saya ini jika melihat rekam jejak dan kebijaksanaan para pemimpin NU, rasanya saya ini harus banyak belajar. Ilmu politik yang sesungguhnya justru ada di sini, di NU," ungkapnya dalam pidato yang disambut gemuruh tepuk tangan.

"PBNU mengajarkan bagaimana mengelola perbedaan tanpa kehilangan persatuan. Itu adalah seni politik tingkat tinggi yang seharusnya menjadi pelajaran bagi saya dan kita semua."

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, seperti Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menunjukkan eratnya sinergi antara pemerintah dan kekuatan civil society berbasis keagamaan.

Selain berisi pengakuan, pidato Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional melalui kearifan lokal dan nilai-nilai keislaman yang moderat. Ia memuji peran PBNU sebagai benteng moral sekaligus perekat bangsa yang efektif. "Jika saya dari dulu lebih dekat dengan cara-cara NU, mungkin banyak kesalahan politik yang bisa dihindari," imbuhnya dengan nada guyonan yang mencairkan suasana formal acara.

Para ulama yang hadir menyambut positif pernyataan Presiden. Momen ini dinilai sebagai penegasan kembali bahwa kiai dan santri memiliki posisi istimewa dalam arsitektur pembangunan nasional, tidak hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek penggerak peradaban politik yang beradab. Suasana Bangkalan sore itu pun ditutup dengan pembacaan doa dan shalawat, mengiringi langkah Prabowo yang meninggalkan lokasi menuju helikopter kepresidenan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User