Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Riau Hadirkan Kehangatan Lewat Anjangsana ke Personel Sakit dan Warakawuri
Pekanbaru, Terdepan.id – Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan jatuh pada 1 Juli 2026, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau menunjukkan bahwa semangat pengabdian tak hanya
Pekanbaru, Terdepan.id – Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan jatuh pada 1 Juli 2026, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau menunjukkan bahwa semangat pengabdian tak hanya diwujudkan dalam baris-berbaris dan upacara kenegaraan. Di bawah arahan langsung Kepala Polda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, institusi penegak hukum ini menggelar kegiatan anjangsana yang sarat nilai kemanusiaan, menyambangi personel aktif yang sedang berjuang melawan sakit kronis serta keluarga para purnawirawan dan anggota yang telah gugur (warakawuri).
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) itu bukan sekadar kunjungan formal. Irjen Herry Heryawan hadir bersama Wakil Kepala Polda Riau Brigjen Pol Hengky Haryadi, seluruh pejabat utama (PJU) Polda Riau, serta pengurus Bhayangkari Daerah Riau. Mereka mendatangi langsung kediaman anggota yang terbaring sakit dan rumah duka para warakawuri, membawa bantuan, doa, dan ketulusan sebagai bentuk solidaritas dalam tubuh korps Bhayangkara.
Kejutan Humanis di Tengah Ujian Kesehatan
Laporan kami di lapangan mengungkapkan bahwa kehadiran para petinggi Polda Riau di rumah-rumah sederhana itu menjadi momen tak terduga yang menghangatkan hati. Di salah satu kediaman, seorang personel yang telah bertahun-tahun menghadapi penyakit kronis tak kuasa menahan haru saat Irjen Herry Heryawan menyapa langsung dari sisi tempat tidurnya. “Kami hadir bukan sebagai atasan dan bawahan, tapi sebagai satu keluarga besar yang saling menguatkan,” ujar Kapolda dalam kesempatan tersebut, sebagaimana direkam oleh tim media Terdepan.id.
Menurut pantauan tim redaksi, setiap kunjungan tidak hanya berisi penyerahan bingkisan dan tali asih, tetapi juga diskusi ringan mengenai kondisi kesehatan terkini serta kendala yang dihadapi keluarga. Brigjen Hengky Haryadi secara khusus menanyakan soal akses layanan kesehatan dan dukungan psikososial yang selama ini diterima, memastikan bahwa setiap anggota Polri dan keluarganya yang tengah diuji tetap mendapat perhatian penuh dari institusi.
Menegaskan Kembali Kesetiakawanan Korps Bhayangkara
Anjangsana ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan non-seremonial yang sengaja dikedepankan Polda Riau untuk memaknai Hari Bhayangkara secara lebih mendalam. Irjen Herry Heryawan, dalam penjelasannya kepada media ini, menyebut bahwa peringatan tahun ini harus menjadi momen untuk merajut kembali kebersamaan, terlebih di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks.
“Kekuatan Polri tidak hanya terletak pada peralatan atau strategi operasional, tetapi pada ikatan batin antaranggota. Ketika ada rekan kami yang sakit atau keluarga yang ditinggalkan, di situlah kami diuji sejauh mana kami bisa hadir menjadi penguat. Perayaan Hari Bhayangkara tidak lengkap tanpa memastikan yang terluka di dalam rumah kami sendiri mendapatkan sentuhan cinta,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Daerah Riau yang turut serta dalam rombongan menyampaikan bahwa kunjungan ini juga bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi keluarga serta memastikan program bantuan sosial dari lembaga kemasyarakatan Polri berjalan tepat sasaran. Ia menambahkan bahwa para warakawuri yang dikunjungi rata-rata merupakan istri atau orang tua dari personel yang meninggal dalam tugas maupun karena sakit, sehingga pendekatan personal menjadi sangat penting.
Masyarakat sekitar yang menyaksikan iring-iringan patroli dan kunjungan para pejabat tinggi Polda Riau memberikan respons positif. Salah seorang tetangga warakawuri yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kunjungan ini membuktikan bahwa kepolisian bukan hanya hadir saat ada pelanggaran hukum, tetapi juga saat ada duka dan perjuangan. “Ini bukan sekadar pencitraan, karena saya lihat langsung bagaimana ibu-ibu di dalam rumah itu menangis haru saat Kapolda datang. Jarang sekali pejabat setinggi ini mau masuk gang sempit untuk menengok yang sakit,” ujarnya kepada Terdepan.id.
Polda Riau sendiri mengonfirmasi bahwa kegiatan anjangsana ini akan dijadikan program berkelanjutan pasca-perayaan Hari Bhayangkara, sebagai bagian dari komitmen membangun kesejahteraan internal dan mempererat solidaritas. Data sementara dari Biro SDM Polda Riau menunjukkan masih ada belasan personel aktif yang menjalani perawatan jangka panjang akibat penyakit degeneratif dan cedera tugas, sehingga kunjungan serupa direncanakan akan dilakukan secara bergilir oleh seluruh jajaran.
Di penghujung kegiatan, Kapolda Riau menyempatkan diri berbincang ringan dengan keluarga-keluarga yang dikunjungi, berbagi cerita tentang perjalanan karier dan pengalaman pribadi, menjadikan suasana sore itu terasa lebih seperti reuni keluarga besar dibanding kunjungan resmi. “Hari Bhayangkara milik seluruh keluarga besar Polri, bukan hanya mereka yang bertugas di lapangan. Semangatnya adalah semangat kebersamaan,” pungkasnya.
Comments (0)