Jakarta Pusat — 1.686 Polisi Dikerahkan Kawal Demo Dukung Program MBG
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengerahkan total 1.686 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi yang mendukung program Makan Bergizi Grat
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengerahkan total 1.686 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu. Ribuan aparat tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan seluruh polsek jajaran. Pengamanan difokuskan di area strategis poros kekuasaan, mencakup kawasan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Utara, hingga Gerbang Istana Negara. Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dijadwalkan berakhir pada sore hari setelah perwakilan massa diterima oleh pihak istana untuk menyerahkan aspirasi dukungannya. "Kami menerjunkan personel sesuai eskalasi potensi massa yang informasi awalnya mencapai 4.000 peserta. Pengamanan dilakukan secara persuasif dan humanis," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam keterangan tertulisnya.
Stratifikasi Pengamanan dan Potensi Gesekan
Pengerahan 1.686 personel tidak dilihat hanya sebagai angka kuantitatif, melainkan stratifikasi tiga lapis penanganan unjuk rasa. Lapis pertama adalah personel berseragam penuh yang bertugas di ring satu sebagai barrier sekaligus negosiator. Lapis kedua merupakan pasukan anti-huru-hara dari Brimob yang disiagakan secara statis di titik simpul seperti bundaran Patung Kuda dan Harmoni. Lapis ketiga yang paling krusial adalah personel intelijen berpakaian preman, yang bertugas menyusup ke kerumunan massa untuk mendeteksi infiltrasi. Analisis kerawanan menunjukkan aksi ini memiliki profil ancaman level "sedang-cenderung-tinggi" (medium-to-high threat) karena polarisasi opini publik terhadap MBG. Menurut analis keamanan publik, demonstrasi bertema dukungan seringkali justru memantik bentrokan horizontal dengan kelompok kontra apabila tidak dikelola ketat. Rekayasa lalu lintas pun disiapkan secara situasional; penutupan total Jalan Medan Merdeka Utara dan Selatan akan diterapkan hanya jika kepadatan massa melampaui daya tampung lapangan Monas yang diperkirakan hanya mampu menampung 3.000 orang secara aman.
Bobot Politik dan Ekonomi Program MBG
Aksi ini tidak dapat dilepaskan dari bobot anggaran program MBG yang mencapai Rp 71 triliun dalam APBN 2025 atau ekuivalen dengan sekitar 1,2% dari total belanja negara. Program MBG didesain untuk intervensi gizi spesifik bagi ibu hamil, balita, dan anak sekolah secara universal, mencakup penyediaan 3,5 juta porsi makanan siap saji bergizi per hari. Namun, di tengah potensi kontrak politik tersebut, resistensi dari kubu oposisi dan lembaga pemantau kebijakan juga menguat. Kritik utama mengarah pada kesiapan infrastruktur rantai pasok, disparitas harga pangan di luar Pulau Jawa, dan risiko korupsi anggaran dana desa yang turut digelontorkan untuk mendukung distribusinya. Massa pendukung menilai MBG adalah jawaban atas krisis stunting nasional yang stagnan di angka 21,5%. Bagi basis pendukung di lapangan, kehadiran mereka di depan Istana Negara adalah amunisi politik untuk memastikan agar program ini tidak terkena refocusing anggaran ketika pembahasan APBN Perubahan berlangsung.
| Variabel | Demo Dukung MBG (2025) | Demo UU Cipta Kerja (2023) |
|---|---|---|
| Jumlah Personel Polisi | 1.686 | 4.500+ |
| Titik Kumpul Massa | Monas & Istana Negara | Gedung DPR/MPR & GBK |
| Estimasi Massa Peserta | 2.500 - 4.000 | 10.000+ |
| Tingkat Kerawanan | Sedang-Tinggi | Tinggi |
Dengan pengerahan 1.686 personel ini, kepolisian berharap aksi solidaritas terhadap MBG dapat berlangsung tertib tanpa menimbulkan gangguan ketertiban umum. Koordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan juga dilakukan untuk memastikan akses publik di sekitar Medan Merdeka tetap terkendali.
Comments (0)