Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Berikut Rincian Terbaru 8 Juli

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali merosot pada perdagangan Rabu (8/7/2025). Setelah sempat bertahan di level psikologis, lo

Jul 08, 2026 - 15:13
0 0
Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Berikut Rincian Terbaru 8 Juli

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali merosot pada perdagangan Rabu (8/7/2025). Setelah sempat bertahan di level psikologis, logam mulia ini mencatat penurunan harian terbesar dalam tiga pekan terakhir, melanjutkan tren koreksi yang dipicu oleh menguatnya indeks dolar AS dan ekspektasi suku bunga global yang masih tinggi.

Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram hari ini turun Rp30.000 ke posisi Rp1.420.000. Koreksi ini lebih dalam dibandingkan penurunan hari sebelumnya yang hanya Rp12.000. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga ikut tergerus sebesar Rp28.000 menjadi Rp1.252.000 per gram—sinyal bahwa permintaan ritel sedang mendingin.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga pecahan populer yang wajib dicermati investor dan kolektor:

  • 0,5 gram: Rp760.000
  • 1 gram: Rp1.420.000
  • 2 gram: Rp2.780.000
  • 5 gram: Rp6.825.000
  • 10 gram: Rp13.560.000
  • 25 gram: Rp33.750.000
  • 50 gram: Rp67.400.000
  • 100 gram: Rp134.700.000

Semua harga di atas sudah termasuk potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017. Konsumen yang membeli emas batangan juga akan dikenakan biaya cetak sebesar Rp85.000–Rp155.000 per transaksi, tergantung bobot dan bentuk produk yang dipilih.

Mengapa Emas Kembali Tertekan?

Tekanan terhadap harga emas Antam tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar global. Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 105,8 pada sesi Asia pagi ini, membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Secara paralel, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di kisaran 4,7 persen—level yang cukup atraktif untuk mengalihkan dana dari aset tanpa bunga seperti emas.

“Ini efek domino dari rilis data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari ekspektasi. Pelaku pasar membaca The Fed masih akan hawkish setidaknya hingga kuartal ketiga, sehingga emas kehilangan daya pikatnya dalam jangka pendek,” jelas ekonom senior Bank Mandiri, Faisal Rachman, dalam wawancara terpisah.

Di sisi domestik, penguatan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp15.850 per dolar AS ikut memperbesar ruang koreksi karena menekan harga emas lokal. Namun, bagi pembeli baru, situasi ini justru menghadirkan entry point yang lebih murah.

Dampak bagi Investor dan Strategi ke Depan

Bagi investor ritel, penurunan berturut-turut ini bisa menjadi sinyal akumulasi bertahap. Analoginya seperti mengisi daya baterai: daripada menunggu harga terendah yang sulit ditebak, lebih baik mencicil pembelian di setiap level koreksi agar rerata harga perolehan tetap rendah. Pendekatan ini dikenal dengan dollar cost averaging.

Namun, waspada tetap diperlukan. Jika tekanan dari pasar obligasi berlanjut, bukan tidak mungkin emas Antam menguji level support psikologis di Rp1,4 juta per gram. Dengan menggunakan aplikasi monitoring harga emas digital—yang kini banyak disediakan oleh platform keuangan—pelaku pasar bisa memasang notifikasi multisumber untuk membandingkan harga Antam, UBS, dan PT Aneka Tambang secara real-time.

Dalam jangka menengah, fundamental emas masih cukup solid. Permintaan dari bank sentral negara-negara berkembang tetap tinggi, dan potensi resesi di Eropa bisa mengembalikan fungsi safe haven logam mulia. Dengan kata lain, koreksi ini lebih bersifat siklus jangka pendek, bukan perubahan tren.

Untuk mempermudah pengambilan keputusan, berikut tiga poin esensial yang perlu diingat oleh investor emas hari ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User