Gus Ipul Dorong Pekerja Sosial Masyarakat Bergerak Nyata di Temu Nasional ke-51 Balige

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyerukan para Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) memperkuat perannya sebagai penggerak utama kesejahteraan sosial. Seruan ini disam

Jul 07, 2026 - 23:12
0 0
Gus Ipul Dorong Pekerja Sosial Masyarakat Bergerak Nyata di Temu Nasional ke-51 Balige

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyerukan para Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) memperkuat perannya sebagai penggerak utama kesejahteraan sosial. Seruan ini disampaikan secara virtual dari Kantor Kementerian Sosial dalam Temu Nasional yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-51 Pekerja Sosial Masyarakat 2026 di Balige, Kabupaten Toba, Kamis (2/7/2026).

Di hadapan para peserta, Gus Ipul mengingatkan bahwa posisi IPSM sebagai bagian dari Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) menuntut kerja yang hadir, tulus, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Tema "Bekerja, Bergerak, Berdampak" menjadi penegas arah gerakan sosial yang tidak lagi menunggu, tetapi langsung menyasar lapisan rentan.

"Bekerja, hadir dengan tanggung jawab, ketulusan dan kerja nyata. Bergerak, tidak menunggu tetapi turun langsung ke masyarakat. Berdampak, kerja sosial harus menghasilkan perubahan yang dirasakan warga,"

Pesan tiga kata itu dikupas Menteri Sosial sebagai panggilan untuk mengubah paradigma pekerja sosial—dari sekadar pelaksana program menjadi mitra perubahan yang dapat diukur dampaknya. Ia menekankan tanggung jawab moral untuk menghadirkan solusi, bukan sekadar kehadiran seremonial.

Konsolidasi Gerakan Sosial di Tanah Batak

Balige sengaja dipilih menjadi tuan rumah agar semangat gotong royong khas masyarakat Batak menyatu dengan gerakan nasional pekerja sosial. Selama tiga hari, para peserta dari seluruh Indonesia menggelar diskusi, lokakarya, dan pameran inovasi sosial. Isu kemiskinan ekstrem, disabilitas, dan perlindungan anak menjadi topik utama yang memicu pertukaran praktik baik antardaerah.

Sejarah panjang IPSM yang lahir pada 1975 menunjukkan konsistensi menjaga jaring pengaman sosial negara. Anggota IPSM yang tersebar di tingkat desa hingga kota kerap menjadi rujukan pertama warga saat menghadapi bencana, kehilangan pekerjaan, atau kekerasan rumah tangga. Menteri Sosial pun menyampaikan apresiasi khusus bagi mereka yang terus bekerja di tengah keterbatasan sarana dan anggaran.

Dalam sesi dialog virtual, Gus Ipul merespon masukan peserta terkait perlindungan hukum bagi pekerja sosial lapangan. Ia berjanji mempercepat pengesahan regulasi yang menjamin keamanan dan kesejahteraan petugas. "Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita butuh tangan-tangan ikhlas di garda depan yang memahami kompleksitas akar rumput," ujarnya.

Dukungan konkret direncanakan melalui penguatan pendataan terpadu, peningkatan kapasitas digital, serta insentif berbasis kinerja. Langkah ini diyakini mampu menggenjot cakupan layanan hingga pelosok yang masih minim akses. Humas IPSM menyebut bahwa semangat "Bekerja, Bergerak, Berdampak" akan diturunkan ke dalam program 100 hari ke depan di seluruh cabang.

Dengan 51 tahun pengabdian, pekerja sosial masyarakat kini menatap tantangan era digital dan krisis iklim yang menambah wajah baru kemiskinan. Gus Ipul meminta seluruh elemen menutup celah fragmentasi—sinergi antara pemerintah, swasta, dan relawan menjadi kunci. "Pekerja sosial bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati untuk membangun Indonesia dari pinggiran," tegasnya. Temu Nasional ini menghasilkan deklarasi bersama yang berisi komitmen memperluas jejaring relawan sosial serta mempercepat respons krisis di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User