Yulius Selvanus: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Utara
Yulius Selvanus: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Utara
Profil Singkat
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, lahir di Bolaang Mongondow Utara pada 4 Juli 1969 dan dilantik pada 20 Februari 2025 sebagai kepala daerah definitif periode 2025–2030. Bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, ia mengantongi mandat dari koalisi besar partai yang memenangi Pilkada 2024 dengan keunggulan signifikan. Sebelum memimpin provinsi berpenduduk sekitar 2,7 juta jiwa ini, Selvanus dikenal sebagai Bupati Bolaang Mongondow Utara dua periode (2013–2023) yang berhasil mentransformasi daerah otonom baru itu menjadi kawasan dengan tata kelola fiskal yang sehat. Pengalamannya di legislatif sebagai anggota DPRD Sulut turut membentuk pendekatan kolaboratifnya terhadap dunia usaha.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier politik Yulius Selvanus dimulai dari parlemen daerah sebelum ia terjun ke eksekutif. Berikut ringkasan jabatan strategisnya:
- Anggota DPRD Sulawesi Utara (2009–2013)
- Bupati Bolaang Mongondow Utara dua periode berturut-turut (2013–2023)
- Gubernur Sulawesi Utara (2025–2030)
Selama memimpin Bolmut, ia mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan sektor kelapa dan perikanan tangkap, serta membangun sistem meritokrasi yang diakui Kementerian PAN-RB. Rekam jejak itu menjadi modal politik yang dikapitalisasi menjadi visi pembangunan ekonomi provinsi yang lebih agresif.
Kinerja dan Program Unggulan
Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, Gubernur Selvanus menggelontorkan serangkaian kebijakan yang sarat kepentingan investasi dan kemudahan berusaha. Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah mempercepat integrasi layanan perizinan ke sistem OSS (Online Single Submission) dan membentuk Mal Pelayanan Publik (MPP) di empat kabupaten/kota baru pada triwulan II-2025. Targetnya, seluruh kabupaten/kota di Sulut memiliki MPP paling lambat akhir 2026.
"Saya ingin izin usaha di Sulawesi Utara bisa terbit dalam hitungan hari, bukan minggu, agar investor tidak ragu menanamkan modalnya di sini. Reformasi birokrasi adalah pintu masuk investasi." – Yulius Selvanus, Maret 2025.
Dari sisi alokasi fiskal, APBD Sulut 2025 yang mencapai Rp5,4 triliun difokuskan pada anggaran infrastruktur pendukung konektivitas dan pengembangan kawasan ekonomi strategis. Proporsi belanja modal naik dari 21 persen menjadi 27 persen dibanding tahun sebelumnya. Beberapa proyek prioritas yang memperoleh alokasi langsung adalah:
- Percepatan pembangunan akse jalan baru menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung senilai Rp340 miliar.
- Pengembangan kawasan ekonomi biru di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud, termasuk revitalisasi pelabuhan perikanan Tahuna.
- Insentif fiskal daerah berupa pengurangan BPHTB dan retribusi daerah bagi investor yang menanamkan modal di atas Rp50 miliar di sektor pengolahan kelapa, perikan
Comments (0)