Gusnar Ismail: Profil dan Kinerja Gubernur Gorontalo

Gusnar Ismail: Profil dan Kinerja Gubernur Gorontalo

Jul 12, 2026 - 07:20
Updated: 5 hours ago
0 0
Gusnar Ismail: Profil dan Kinerja Gubernur Gorontalo

Profil Singkat

Gusnar Ismail adalah Gubernur Gorontalo terpilih yang mulai menjabat pada periode 2024-2029. Pria kelahiran Limboto ini merupakan figur yang dikenal luas di kalangan pelaku usaha karena pendekatan pragmatisnya terhadap pembangunan ekonomi daerah. Sebelum menduduki kursi Gubernur, Gusnar Ismail meniti karier panjang sebagai birokrat dan politisi, yang memberinya pemahaman mendalam mengenai kompleksitas birokrasi dan sekaligus perspektif sektor privat. Latar belakang inilah yang membentuk corak kepemimpinannya: berorientasi pada hasil, deregulasi, dan kemitraan strategis dengan investor.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier awal Gusnar Ismail banyak dihabiskan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, di mana ia terlibat langsung dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah. Kiprahnya di eksekutif inilah yang menjadi fondasi pemahamannya tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan belanja modal. Pengalamannya berlanjut ke level provinsi sebagai anggota DPRD, yang semakin mempertajam naluri politik dan pengawasannya terhadap anggaran. Puncak kariernya sebelum menjadi gubernur adalah saat menjabat sebagai Bupati Bone Bolango. Di periode ini, ia mencatatkan sejumlah terobosan dalam digitalisasi layanan publik dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang menjadi batu loncatan utama bagi pencalonannya sebagai Gubernur Gorontalo.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak dilantik, Gubernur Gusnar Ismail langsung mengakselerasi program yang bertumpu pada tiga pilar utama: hilirisasi komoditas unggulan, percepatan infrastruktur konektivitas, dan reformasi birokrasi perizinan. Ketiganya merupakan turunan dari visi "Gorontalo Maju 2028" yang menjadi blueprint kebijakan ekonominya.

Titik berat kebijakan ekonomi Gusnar Ismail terletak pada transformasi struktur APBD. Ia menginstruksikan agar belanja modal dialokasikan minimal 30 persen dari total APBD, sebuah lompatan signifikan yang bertujuan menghindari perangkap belanja rutin. Pada tahun anggaran 2025, APBD Gorontalo mencapai Rp 2,1 triliun, dengan belanja infrastruktur diproyeksikan menyerap porsi terbesar untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir. Kebijakan fiskal ini dirancang untuk menciptakan efek pengganda (multiplier effect) bagi sektor riil, khususnya konstruksi, logistik, dan jasa keuangan daerah.

Dari sisi investasi, Gubernur Gusnar Ismail secara personal memimpin forum investasi tahunan "Gorontalo Investment Day" (GID) 2025 yang sukses mengantongi komitmen investasi senilai Rp 4,7 triliun. Angka ini menjadi rekor baru bagi provinsi tersebut, didominasi oleh sektor pengolahan kelapa terintegrasi dan energi terbarukan panas bumi. Untuk memberi kepastian kepada investor, ia menerbitkan Peraturan Gubernur tentang insentif fiskal daerah berupa pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hingga 50 persen bagi investasi di atas Rp 100 miliar yang menyerap tenaga kerja lokal minimal 1.000 orang.

"Investor tidak butuh banyak meja. Mereka butuh kepastian lahan, listrik andal, dan pelabuhan yang efisien. Itu yang sedang kami selesaikan," ujar Gusnar Ismail dalam sesi GID 2025.

Pada sektor riil, proyek strategis yang menjadi prioritas antara lain:

  • Pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Kabupaten Bone Bolango yang diproyeksikan menjadi hub logistik dan manufaktur berbasis sumber daya lokal

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User