Irjen Pol. Armed Wijaya: Profil dan Kinerja Kapolda Bengkulu
Irjen Pol. Armed Wijaya: Profil dan Kinerja Kapolda Bengkulu
Profil Singkat
Irjen Pol. Armed Wijaya merupakan perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu sejak akhir tahun 2025. Ia lahir di Palembang pada 12 Maret 1970 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993. Sebelum menjabat sebagai Kapolda Bengkulu, Armed Wijaya dikenal luas sebagai sosok yang memiliki perhatian serius terhadap isu keamanan ekonomi dan perlindungan dunia usaha. Latar belakang pendidikannya mencakup Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim Polri), dengan spesialisasi pada kejahatan ekonomi dan transnasional. Di usia 55 tahun, ia membawa kombinasi pengalaman operasional dan pemahaman strategis tentang bagaimana stabilitas keamanan berkorelasi langsung dengan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier Irjen Pol. Armed Wijaya diwarnai berbagai penugasan yang bersinggungan dengan pengamanan aset ekonomi dan pemberantasan kejahatan finansial. Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain:
- Kasat Reskrim Polrestabes Palembang (2008-2010), di mana ia berhasil mengungkap serangkaian kasus penipuan investasi dan pembalakan liar yang merugikan pendapatan daerah.
- Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumatera Selatan (2015-2017), dengan fokus penanganan kejahatan di sektor perkebunan, tambang ilegal, dan penyelundupan yang mengganggu rantai pasok komoditas unggulan daerah.
- Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri (2019-2021), memperkuat portofolionya dalam penegakan hukum di pasar modal, perlindungan konsumen, dan keamanan transaksi digital.
- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (2023-2025), posisi yang menjadi batu loncatan penting sebelum memimpin Bengkulu. Di provinsi penghasil timah ini, ia mencetuskan sistem pengamanan terpadu kawasan pertambangan yang menekan angka tambang inkonvensional hingga 40% dan meningkatkan kepatuhan pelaku usaha.
- Gadik Utama Sespim Lemdiklat Polri (awal 2025), mengajarkan mata kuliah Keamanan dan Ketahanan Ekonomi kepada para perwira menengah calon pemimpin Polri.
Satu bulan setelah dilantik menjadi Kapolda Bengkulu pada November 2025, Armed Wijaya langsung menginisiasi forum komunikasi bulanan antara Polri, Kadin Bengkulu, dan perbankan daerah untuk memetakan titik rawan ekonomi yang berpotensi menghambat realisasi investasi tahun 2026.
Kinerja dan Program Unggulan
Sejak menjabat, Irjen Pol. Armed Wijaya menempatkan pemolisian ekonomi sebagai prioritas utama. Ia memahami bahwa Bengkulu, dengan APBD 2026 sebesar Rp 3,1 triliun, membutuhkan kepastian keamanan untuk merealisasikan target investasi Rp 4,8 triliun yang dicanangkan Pemprov. Program unggulannya meliputi:
Pertama, Sistem Pengamanan Proyek Strategis Daerah (Sispamproda). Program ini memberikan perlindungan terstruktur terhadap proyek infrastruktur vital seperti pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau seksi I, pengembangan Pelabuhan Pulau Baai, dan bendungan irigasi di Kabupaten Seluma. Setiap proyek strategis yang bernilai di atas Rp 50 miliar kini memiliki satuan tugas pengamanan khusus yang terdiri dari personel kepolisian terlatih, yang bertugas mengamankan rantai pasok material dari potensi premanisme dan pungutan liar.
Kedua, Desk Khusus Keamanan Investasi (Desk Inves). Membuka layanan satu pintu bagi investor untuk melaporkan hambatan keamanan di lapangan. Dalam triwulan pertama 2026, desk ini telah menangani 17 laporan yang sebagian besar terkait sengketa lahan proyek perkebunan kelapa sawit dan masalah klaim masyarakat adat terhadap konsesi pertambangan batu bara. Para pelaku usaha melaporkan kecepatan respons yang signifikan, dengan rata-rata waktu penyelesaian 12 hari kerja per kasus.
Ketiga, Nota Kesepahaman Perizinan Proaktif. Armed Wijaya menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bengkulu untuk menerbitkan "Surat Keterangan Keamanan Lingkungan" dalam waktu dua jam sebagai salah satu dokumen pendukung perizinan berusaha. Langkah ini memangkas birokrasi perizinan dan memperkuat daya saing Bengkulu dalam Kemudahan Berusaha (Ease of Doing Business).
Keempat, Operasi Pungli-Investasi. Operasi rutin yang menyasar praktik pungutan liar di pelabuhan, pos pemeriksaan truk logistik, dan pengurusan sertifikat tanah. Operasi ini berhasil mengamankan enam oknum pada Januari 2026 dan secara langsung meningkatkan volume pengiriman komoditas pertanian yang sebelumnya terhambat biaya tidak resmi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mencatat, kelancaran distribusi barang berkontribusi menekan inflasi daerah menjadi 2,1 persen pada Februari 2026, terendah dalam dua tahun terakhir.
Tantangan dan Harapan
Bengkulu masih menghadapi tantangan struktural yang memerlukan kerja sama lintas sektor. Ketimpangan infrastruktur antara wilayah pesisir dan pedalaman, terbatasnya konektivitas logistik, dan potensi gangguan keamanan di kawasan perbatasan hutan lindung menjadi pekerjaan rumah utama. Di sisi lain, provinsi ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata (Taman Nasional Kerinci Seblat, Pantai Panjang), agrikultur (kopi robusta), dan energi (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Bukit Kaba).
Comments (0)