Benhur Tomi Mano: Profil dan Kinerja Gubernur Papua
Benhur Tomi Mano: Profil dan Kinerja Gubernur Papua
Profil Singkat
Gubernur Papua Benhur Tomi Mano, lahir di Lereh, Kabupaten Jayapura, pada 10 November 1965. Menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Papua, lalu melanjutkan ke jenjang sarjana di Universitas Cenderawasih. Sebelum menjabat gubernur, Benhur Tomi Mano lama berkecimpung sebagai birokrat dan politisi. Ia menjabat Bupati Jayapura periode 2011-2016 dan terpilih kembali untuk periode kedua, namun kemudian mengundurkan diri karena maju sebagai calon Gubernur Papua. Ia akhirnya terpilih sebagai Gubernur Papua pada Pilkada 2024 untuk periode 2024-2029 bersama Wakil Gubernur Yermias Bisai, dengan visi menjadikan Papua sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur yang inklusif dan berkelanjutan.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier politik Benhur Tomi Mano berakar dari pengalaman panjang di pemerintahan daerah. Riwayat jabatan yang pernah diemban antara lain:
- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura
- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayapura
- Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura
- Bupati Jayapura dua periode (2011-2016, 2016-2017)
- Wakil Gubernur Papua (2018-2023) mendampingi Gubernur Lukas Enembe
- Gubernur Papua periode 2024-2029
Pengalamannya sebagai kepala daerah dan birokrat memberinya pemahaman mendalam tentang pengelolaan fiskal daerah, siklus perencanaan pembangunan, dan negosiasi anggaran dengan pemerintah pusat. Kombinasi ini menjadi modal penting dalam mendorong kebijakan ekonomi dan investasi di Provinsi Papua.
Kinerja dan Program Unggulan
Kepemimpinan Gubernur Benhur Tomi Mano sejak awal 2025 langsung menempatkan sektor ekonomi sebagai arus utama kebijakan. Tiga pilar utama yang menjadi fokus adalah reformasi tata kelola APBD, percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas, dan kemudahan perizinan investasi.
Transformasi Struktur APBD Papua. Pada APBD Tahun Anggaran 2025, total belanja daerah Provinsi Papua tercatat sekitar Rp7,8 triliun, naik signifikan dari tahun sebelumnya. Gubernur mengubah komposisi belanja dengan memangkas porsi belanja pegawai dan operasional rutin secara bertahap dari sebelumnya 38 persen menjadi target 30 persen pada 2026. Hasil efisiensi tersebut dialihkan ke belanja modal infrastruktur produktif, terutama jalan, jembatan, dan pelabuhan yang membuka akses ke kawasan sentra produksi pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Percepatan Infrastruktur Konektivitas. Proyek strategis yang digenjot pada periode 2025-2026 meliputi pembangunan Jalan Trans Papua segmen Wamena-Habema sepanjang 87 kilometer, pembukaan akses jalan ke kawasan sentra kopi di Pegunungan Bintang, serta pembangunan Pelabuhan Depapre fase lanjutan yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir 2026. Pelabuhan Depapre dirancang sebagai hub logistik di pesisir utara Papua yang akan memangkas biaya distribusi barang hingga 40 persen, sekaligus menjadi pintu masuk baru jalur pelayaran dari Kawasan Pasifik.
Kemudahan Berusaha dan Investasi. Pemerintah Provinsi Papua di bawah Benhur Tomi Mano meluncurkan sistem perizinan terintegrasi One Stop Service berbasis digital pada triwulan kedua 2025. Sistem ini memangkas waktu penerbitan izin usaha dari sebelumnya 21 hari menjadi maksimal 7 hari kerja untuk investasi di atas Rp10 miliar. Sektor prioritas yang dibuka lebar untuk investasi swasta mencakup pertanian modern, pengolahan hasil bumi, energi terbarukan, dan pariwisata bahari di Raja Ampat dan Teluk Cenderawasih. Pada semester pertama 2025, realisasi investasi di Papua mencapai Rp4,2 triliun, dengan kontributor terbesar dari sektor pengolahan kakao, kopi, dan konstruksi pelabuhan.
Pengembangan Sektor Basis Ekonomi Lokal. Gubernur Benhur Tomi Mano menetapkan komoditas kopi, kakao, sagu, dan rumput laut sebagai klaster ekonomi unggulan. Melalui kerja sama dengan Kementerian Investasi dan BKPM, dua Kawasan Industri baru mulai dibangun pada 2025: Kawasan Industri Keerom untuk hilirisasi kakao berkapasitas 15.000 ton per tahun, dan Kawasan Ekonomi Khusus Biak yang difokuskan pada logistik dan industri perikanan. Anggaran Pendapatan Asli Daerah Papua sendiri ditargetkan tumbuh 8 hingga 10 persen per tahun seiring bergeraknya sektor-sektor basis ini.
"Kami ingin Papua yang berdaulat secara ekonomi. Investasi bukan hanya angka, tapi harus membawa lapangan kerja bagi orang asli Papua dan transfer teknologi yang konkret," ujar Gubernur Benhur Tomi Mano dalam forum investasi Papua Investment Summit 2025.
Tantangan dan Harapan
Hambatan utama yang dihadapi Gubernur Benhur Tomi Mano adalah kondisi keamanan di sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian investor, terutama di daerah pegunungan tengah. Selain itu, disparitas antara wilayah pesisir yang sudah lebih terkoneksi dan pedalaman yang masih minim akses tetap menjadi pekerjaan rumah besar.
Isu lain adalah kapasitas tenaga kerja lokal. Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan
Comments (0)