Dua Kali Gagal, Andy Burnham Kini Jadi Kandidat PM Inggris, Siapa Dia?
Jakarta - Andy Burnham kembali mencuat sebagai kandidat terkuat pemimpin Partai Buruh sekaligus Perdana Menteri Inggris, setelah Sir Keir Starmer mengundurkan diri. Politisi senior ini sejatinya buka
Jakarta - Andy Burnham kembali mencuat sebagai kandidat terkuat pemimpin Partai Buruh sekaligus Perdana Menteri Inggris, setelah Sir Keir Starmer mengundurkan diri. Politisi senior ini sejatinya bukan wajah baru dalam kontestasi internal partai. Ia pernah dua kali maju dalam pemilihan pemimpin Partai Buruh, namun dua kali pula harus menerima kekalahan. Kini, situasi politik yang berubah dan dukungan luas dari rekan separtai membuat upaya ketiganya diprediksi akan berhasil.
Rekam Dua Kali Kekalahan
Burnham pertama kali mencalonkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh pada 2010, setelah kekalahan Gordon Brown dalam pemilu. Saat itu ia bersaing ketat dengan Ed Miliband yang akhirnya menang tipis. Meski mendapat dukungan dari serikat buruh dan sayap kiri partai, Burnham harus puas di posisi kedua. Pada 2015, ia kembali mencoba ketika Jeremy Corbyn memenangkan kontestasi. Kali ini Burnham hanya menempati posisi ketiga, meskipun ia pernah menjabat menteri di era Tony Blair dan Gordon Brown. Dua kekalahan itu sempat meredupkan kariernya di kancah nasional.
Kebangkitan dari Manchester
Kegagalan di level nasional justru menjadi awal kebangkitan Burnham di panggung lokal. Sejak 2017, ia menjabat Wali Kota Greater Manchester. Di posisi ini, Burnham menjelma menjadi salah satu pemimpin daerah paling vokal dan populer di Inggris. Penanganannya selama pandemi COVID-19, di mana ia kerap berkonfrontasi dengan pemerintah pusat demi kepentingan warga Manchester, mengerek namanya di mata publik. Gaya kepemimpinannya yang dianggap tulus dan dekat dengan akar rumput membuat banyak pihak menilainya sebagai aset besar Partai Buruh yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Dukungan Mulai Mengalir
Setelah Starmer mundur, banyak anggota parlemen Partai Buruh menyuarakan dukungan untuk Burnham. Mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting, figur penting di kubu moderat, secara terbuka memberikan dukungannya. Kepada Terdepan.id, Streeting menyatakan keyakinannya bahwa Burnham adalah pemimpin yang mampu menyatukan seluruh sayap partai.
"Andy memiliki rekam jejak menteri, pengalaman parlemen, dan kepemimpinan daerah yang nyata. Ia paham apa yang dibutuhkan rakyat, dan ia tidak takut menyuarakan kebenaran meskipun itu sulit," ujar Streeting.
Dukungan dari Streeting dianggap krusial karena sukses Starmer sebelumnya banyak bertumpu pada kubu moderat. Kini, Burnham juga diperkirakan kembali mengantongi dukungan serikat buruh dan aktivis akar rumput. Paduan ini memberinya modal politik yang kuat untuk akhirnya memenangkan kontestasi yang telah dua kali luput dari genggamannya.
Siapa Andy Burnham?
Andrew Murray Burnham lahir di Liverpool pada 1970. Karier politiknya dimulai sebagai peneliti parlemen sebelum terpilih sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Leigh pada 2001. Ia kemudian menjabat Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga di bawah Tony Blair, dan Menteri Kesehatan di bawah Gordon Brown. Sebagai Wali Kota Manchester, kebijakan transportasi terintegrasi dan fokusnya pada pendidikan vokasi menjadi warisan penting.
Dengan modal pengalaman panjang, pelajaran dari dua kali kekalahan, dan momentum dukungan yang terus menguat, upaya ketiga Andy Burnham kali ini digadang-gadang tidak akan gagal. Jika terpilih, tantangan berat telah menanti: memulihkan persatuan Partai Buruh dan meyakinkan kembali publik Inggris yang mulai jenuh dengan dinamika politik pasca-Brexit. Akankah kisah dua kali gagal ini berakhir manis di upaya ketiga? Publik dan kader Partai Buruh kini menanti.
Comments (0)