Dolar AS Makin Dekat ke Rp 18.000, Rupiah Melemah pada Pembukaan Perdagangan

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada awal pekan ini. Berdasarkan pantauan Terdepan.id dari data Bloomberg pada Senin (6/7/2026), mata uang Paman Sa

Jul 08, 2026 - 00:21
0 0
Dolar AS Makin Dekat ke Rp 18.000, Rupiah Melemah pada Pembukaan Perdagangan
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada awal pekan ini. Berdasarkan pantauan Terdepan.id dari data Bloomberg pada Senin (6/7/2026), mata uang Paman Sam dibuka menguat dan semakin mendekati level psikologis Rp 18.000. Tepat pukul 10.16 WIB, dolar AS diperdagangkan di posisi Rp 17.993, atau naik 30 poin setara dengan 0,17 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Pergerakan ini menandai berlanjutnya tekanan terhadap rupiah yang sudah terlihat sejak sesi perdagangan sebelumnya. Pada penutupan Jumat (3/7/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.963 per dolar AS. Dengan kenaikan tipis di sesi pagi ini, selisih hanya tujuh poin lagi menuju level Rp 18.000, sebuah level resisten yang menjadi perhatian pelaku pasar dan pemangku kebijakan. Pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen global yang masih dibayangi oleh ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Ekspektasi pasar terhadap langkah Federal Reserve dalam menjaga suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama turut mendorong penguatan indeks dolar. Selain itu, faktor domestik seperti kebutuhan valuta asing korporasi dan peningkatan permintaan dolar untuk pembayaran impor dan utang luar negeri turut memberikan tekanan tambahan pada mata uang Garuda. Bank Indonesia (BI) memastikan terus memantau pergerakan nilai tukar dan siap melakukan langkah-langkah stabilisasi. Sejumlah intervensi di pasar valuta asing domestik dan non-deliverable forward (NDF) selama ini menjadi andalan untuk meredam gejolak yang berlebihan. BI juga mengandalkan cadangan devisa yang masih tebal sebagai bantalan menghadapi tekanan eksternal. Di tengah dinamika nilai tukar, berita dari sektor otomotif global juga mencuri perhatian. Chery, pabrikan asal China, dilaporkan telah mengakuisisi pabrik bekas Nissan di Afrika Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi agresif Chery ke pasar Afrika, sekaligus memperkuat jejak manufakturnya di luar negeri. Akuisisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas penetrasi merek Chery di kawasan yang memiliki pertumbuhan permintaan kendaraan cukup tinggi. Kembali ke pergerakan dolar, analis memperkirakan potensi rupiah untuk menyentuh level 18.000 masih terbuka lebar jika tidak ada katalis positif yang signifikan. Oleh karena itu, pasar akan sangat mencermati rilis data ekonomi domestik dan global dalam beberapa hari ke depan, termasuk data inflasi, neraca perdagangan, serta pernyataan pejabat bank sentral. Stabilitas nilai tukar menjadi kunci untuk menjaga daya beli masyarakat dan iklim investasi yang kondusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User