Direktur PT Riski Efanti Bersaja Akui Kelalaian, Kontingen Pesparawi Kepri Gagal Terbang ke Manokwari
Pengakuan Direktur Travel Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Efanti, akhirnya buka suara terkait gagalnya keberangkatan sebagian kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulaua
Pengakuan Direktur Travel
Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Efanti, akhirnya buka suara terkait gagalnya keberangkatan sebagian kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau menuju Manokwari, Papua Barat. Vivi mengakui pihaknya lalai dan bertanggung jawab penuh atas persoalan tiket yang berujung pada batalnya puluhan peserta mengikuti ajang nasional tersebut.
Dalam keterangan yang dihimpun Terdepan.id pada Senin (29/6/2026), Vivi menjelaskan bahwa kerja sama pengadaan tiket bermula dari informasi yang ia terima dari seorang pegawai di Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kepri. Pegawai tersebut kemudian memperkenalkan dirinya kepada panitia Pesparawi. Setelah terjalin komunikasi, Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri akhirnya menunjuk PT Riski Efanti Bersaja untuk menyediakan tiket pulang-pergi bagi 68 peserta.
"Uang dari LPPD sudah ditransfer penuh kepada saya sesuai nilai invoice. Setelah itu saya membuat kerja sama dengan seorang oknum tanpa sepengetahuan LPPD maupun panitia," ujar Vivi.
Dana Rp 1 Miliar Lebih Telah Ditransfer
LPPD Kepri telah mentransfer pembayaran sebesar sekitar Rp 1,016 miliar pada 7 Mei 2026. Dana tersebut diperuntukkan bagi pembelian tiket seluruh kontingen. Namun, belakangan diketahui bahwa Vivi justru menjalin kerja sama dengan pihak lain yang tidak diketahui oleh LPPD maupun panitia. Langkah ini yang diduga menjadi awal mula kekacauan pengurusan tiket hingga menyebabkan sebagian peserta tidak bisa berangkat.
Vivi menegaskan bahwa LPPD dan panitia tidak mengetahui langkah yang ia ambil setelah menerima dana tersebut. Ia mengaku bekerja sama dengan seorang oknum yang tidak diungkap identitasnya. Akibatnya, sejumlah tiket tidak terbit sesuai jadwal dan peserta kehilangan kesempatan mengikuti Pesparawi di Papua Barat.
Pertanggungjawaban dan Dampak
Kasus ini memicu kekecewaan mendalam dari peserta dan keluarga, mengingat persiapan panjang telah dilakukan. LPPD Kepri pun tengah menuntut pertanggungjawaban penuh dari PT Riski Efanti Bersaja. Sementara itu, Vivi menyatakan siap menanggung segala konsekuensi hukum dan materiil dari kelalaian yang terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak LPPD masih mengevaluasi kerugian material dan psikologis yang dialami kontingen. Informasi yang dihimpun Terdepan.id menyebutkan bahwa koordinasi lebih ketat akan diterapkan pada ajang serupa ke depan guna mencegah terulangnya kejadian ini.
Comments (0)