Casablanca, Maroko — Azzedine Ounahi Mengubah Mimpi Jalanan Berdebu Jadi Panggung Sepak Bola Dunia

Di sudut sederhana Hay Lalla Meriem, sebuah kawasan kelas pekerja di Casablanca, Maroko, seorang anak laki-laki kurus menghabiskan hari-harinya dengan bola

Jul 09, 2026 - 10:32
0 0
Casablanca, Maroko — Azzedine Ounahi Mengubah Mimpi Jalanan Berdebu Jadi Panggung Sepak Bola Dunia

Di sudut sederhana Hay Lalla Meriem, sebuah kawasan kelas pekerja di Casablanca, Maroko, seorang anak laki-laki kurus menghabiskan hari-harinya dengan bola yang sering kali sudah kempis. Jalanan berdebu dan gang-gang sempit itulah yang menjadi akademi sepak bola pertamanya. Dialah Azzedine Ounahi, yang kini namanya menggema di pentas sepak bola global.

Awal Perjalanan: Dari Tanah Liat ke Akademi

  1. Lingkungan keras Casablanca membentuk karakter bermain Ounahi sejak usia dini. Tanpa sepatu sepak bola layak, ia berlatih dengan kaki telanjang di permukaan tanah liat yang tidak rata.
  2. Bakat alami-nya terlihat dari cara ia mengontrol bola yang tidak sempurna. Kemampuan membaca pergerakan lawan dan rekan sudah diasah sejak kecil dalam pertandingan jalanan tanpa aturan ketat.
  3. Pemandu bakat lokal menemukannya di usia 10 tahun, memberinya kesempatan bergabung dengan akademi kecil di Casablanca. "Saya melihat sesuatu yang berbeda dalam cara dia bergerak," kenang salah satu pelatih awalnya.

Terobosan di Eropa: Bersinar di Angers SCO

  1. Ounahi pindah ke Prancis pada usia 18 tahun, bergabung dengan akademi Angers SCO. Adaptasi tidak mudah—cuaca, bahasa, dan gaya bermain yang lebih terstruktur menjadi tantangan baru.
  2. Debut profesionalnya di Ligue 1 pada Agustus 2021 langsung mencuri perhatian. Statistik 90 menit pertamanya mencatat 93% akurasi umpan dan 4 dribel sukses—angka fantastis untuk pemain debutan.
  3. Dalam musim 2021-2022, ia mencatatkan 2 gol dan 2 assist dalam 32 penampilan, menjadikannya salah satu gelandang muda paling diincar di Eropa.

Panggung Dunia: Qatar 2022 dan Kelahiran Bintang Baru

  1. Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi titik balik. Ounahi tampil dalam semua 7 pertandingan Maroko hingga semifinal—pencapaian bersejarah bagi tim Afrika pertama yang menembus empat besar.
  2. Penampilannya melawan Spanyol di babak 16 besar memukau dunia. Ia mencatatkan 68 sentuhan bola, 92% akurasi umpan, dan berlari sejauh 14,7 kilometer dalam 120 menit permainan.
  3. Legenda Spanyol Luis Enrique menyatakan kekagumannya: "Saya terkejut melihat pemain nomor 8 ini. Dari mana dia berasal? Cara dia bermain sungguh luar biasa."
  4. Seusai turnamen, nilai pasar Ounahi melonjak dari €3,5 juta menjadi €15 juta dalam waktu kurang dari sebulan.

Masa Kini: Olympique Marseille dan Masa Depan Cerah

  1. Januari 2023, Ounahi menandatangani kontrak dengan Olympique Marseille senilai €10 juta, memilih tetap di Ligue 1 untuk pengembangan konsisten.
  2. Di level klub, ia menjadi starting eleven reguler, mencatatkan rata-rata 2,1 tekel dan 1,8 intersepsi per pertandingan di musim 2023-2024.
  3. Pelatih tim nasional Maroko menyebutnya sebagai "jantung masa depan sepak bola Maroko" untuk persiapan Piala Dunia 2026 dan Piala Afrika 2025.

Perjalanan Azzedine Ounahi dari gang berdebu Casablanca ke panggung sepak bola elite Eropa membuktikan bahwa bakat sejati tidak mengenal batasan geografis atau ekonomi. Lebih dari sekadar pemain bola, ia kini menjadi simbol harapan bagi ribuan anak-anak di Maroko yang bermimpi mengubah nasib melalui olahraga. Seperti yang ia katakan dalam sebuah wawancara: "Bola yang kempis mengajarkan saya untuk selalu menemukan cara bergerak maju, meski keadaan tidak sempurna."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User