Bos BEI Janji Tingkatkan Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham

Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana reformasi besar-besaran di pasar modal domestik, terutama untuk menekan praktik manipulasi perdagangan saham yang kerap disebut “goreng sa

Jul 08, 2026 - 00:44
0 1
Bos BEI Janji Tingkatkan Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham

Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana reformasi besar-besaran di pasar modal domestik, terutama untuk menekan praktik manipulasi perdagangan saham yang kerap disebut “goreng saham”. Langkah ini diambil menyusul sorotan tajam dari penyedia indeks global, MSCI, yang mencatat tingginya indikasi orchestrated trading di pasar saham Indonesia.

Pelaksana tugas (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa perbaikan ini mencakup tiga pilar utama: modernisasi infrastruktur perdagangan, peninjauan ulang regulasi, dan pengetatan sistem pengawasan. Jeffrey menegaskan, Bursa berkomitmen menciptakan pasar yang lebih bersih dan transparan.

“Ke depannya diharapkan pengawasan akan menjadi lebih efektif, sehingga catatan terkait manipulasi dan orchestrated trading bisa tertangani dengan lebih baik,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Infrastruktur dan Regulasi Diperkuat

Reformasi infrastruktur perdagangan akan meliputi peningkatan sistem pemantauan transaksi secara real-time dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi pola transaksi mencurigakan. BEI juga berencana memperbarui algoritma pengawasan agar lebih peka terhadap potensi penggorengan saham, di mana sekelompok investor berkoordinasi menciptakan volume dan harga semu demi menarik minat investor ritel yang tidak waspada.

Di sisi regulasi, BEI akan meninjau kembali aturan mengenai pre-opening dan pre-closing, batasan auto-rejection, serta kewajiban pelaporan transaksi oleh anggota bursa. “Kita perlu pastikan tidak ada celah yang bisa dieksploitasi untuk memanipulasi pasar. Aturan yang longgar akan kita kencangkan,” tambah Jeffrey.

Mengembalikan Kepercayaan Investor

Sorotan MSCI menjadi alarm penting bagi pasar modal Indonesia. Dalam evaluasi tahunannya, MSCI mengidentifikasi praktik orchestrated trading yang dinilai merusak kepercayaan investor institusi asing. Jika tidak segera dibenahi, hal ini dikhawatirkan mempengaruhi bobot Indonesia dalam indeks MSCI, yang berdampak pada aliran dana global.

“Kami sangat serius menangani ini. Kami juga akan meningkatkan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penegak hukum untuk menjerat para pelaku manipulasi dengan hukuman yang lebih berat,” kata Jeffrey. BEI bahkan membuka kemungkinan menerapkan sanksi berupa denda yang lebih tinggi, pembekuan akun, hingga pelarangan bertransaksi secara permanen.

Edukasi Investor Diperluas

Selain penindakan, BEI akan memperluas program edukasi untuk investor ritel. Upaya ini bertujuan agar para pemodal pemula tidak mudah terjerumus ke dalam jebakan goreng saham yang sering dipromosikan melalui grup-grup obrolan dan media sosial. “Investor perlu dibekali kemampuan mengenali saham-saham yang tidak wajar. Jangan hanya karena harga naik tajam lalu ikut-ikutan,” pesan Jeffrey.

Langkah transformasi ini diharapkan menjadi awal baru bagi pasar saham Indonesia yang lebih berintegritas. Pihak BEI optimistis, dengan pengawasan yang diperketat dan penegakan hukum yang kuat, catatan negatif dari MSCI dapat diperbaiki dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Berdasarkan laporan Terdepan.id, komitmen BEI ini mendapat sambutan positif dari pelaku pasar. Analis menilai, jika reformasi berjalan konsisten, pasar modal Indonesia akan semakin menarik bagi investor global yang mengutamakan tata kelola dan transparansi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User