Air Mata Theerathon Bunmathan saat Thailand Gagal Lolos Kualifikasi Piala Dunia

Bangkok, Terdepan.id — Kapten Timnas Thailand, Theerathon Bunmathan, tak kuasa membendung air mata setelah Changsuek dipastikan gagal melaju ke fase ketiga

Jul 12, 2026 - 07:59
0 0
Air Mata Theerathon Bunmathan saat Thailand Gagal Lolos Kualifikasi Piala Dunia

Bangkok, Terdepan.id — Kapten Timnas Thailand, Theerathon Bunmathan, tak kuasa membendung air mata setelah Changsuek dipastikan gagal melaju ke fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Momen emosional itu terjadi di tengah lapangan seusai laga kontra Vietnam yang berakhir imbang 1-1, Selasa (11/6/2024). Bagi bek kiri berusia 34 tahun itu, kegagalan ini mungkin menjadi titik akhir mimpinya tampil di panggung sepak bola terakbar dunia.

Misi Berat di My Dinh

Thailand datang ke Hanoi dengan misi wajib menang demi mengunci tiket ke putaran berikutnya. Namun, tuan rumah Vietnam yang juga mengincar posisi runner-up grup tampil agresif sejak menit awal. Meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Supachok Sarachat di menit ke-27, Thailand gagal mempertahankan keunggulan setelah Nguyen Tien Linh menyamakan kedudukan di babak kedua.

Di saat bersamaan, pesaing langsung mereka di klasemen, China, berhasil mengalahkan Filipina dengan skor tipis 1-0. Hasil itu membuat China melompat ke posisi kedua, menggeser Thailand yang harus puas finis di peringkat ketiga dengan selisih gol yang tidak cukup.

Kesedihan Sang Veteran

Begitu wasit meniup peluit panjang, Theerathon langsung tersungkur di lapangan. Tangisnya pecah. Rekan-rekan setim dan staf pelatih berusaha menghiburnya, namun kesedihan pemain yang telah mengoleksi lebih dari 100 caps bersama timnas itu begitu mendalam.

"Saya sudah memberikan segalanya. Ini mungkin terakhir kalinya saya berjuang untuk bisa ke Piala Dunia. Saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Thailand karena tidak bisa mewujudkan mimpi kita bersama," ujar Theerathon dengan suara bergetar di sesi wawancara setelahnya.

Theerathon telah menjadi andalan timnas sejak era 2010-an. Pengalamannya bermain di J-League bersama Yokohama F. Marinos serta berbagai gelar domestik bersama Buriram United menjadikannya salah satu pemain paling dihormati di Asia Tenggara. Laga kontra Vietnam itu mungkin menjadi laga kompetitif terakhirnya dalam upaya menuju Piala Dunia.

Kronologi Kegagalan Thailand

  1. Awal Kualifikasi Gemilang: Thailand memulai putaran kedua dengan hasil-hasil positif, termasuk kemenangan atas China dan imbang melawan Korea Selatan di laga tandang, memicu harapan tinggi.
  2. Krisis Cedera: Memasuki pertengahan fase, beberapa pemain kunci seperti Chanathip Songkrasin dan Teerasil Dangda mengalami cedera yang mempengaruhi performa tim.
  3. Kehilangan Poin Krusial: Hasil imbang melawan tim yang di atas kertas lebih lemah, termasuk saat melawan Singapura, membuat Thailand kehilangan poin mahal.
  4. Laga Penentu di Vietnam: Thailand sejatinya hanya butuh kemenangan, namun gagal mempertahankan keunggulan dan harus menerima nasib pahit.

Dampak dan Masa Depan Changsuek

Kegagalan lolos ke fase ketiga otomatis mengakhiri perjalanan Thailand menuju Piala Dunia 2026. Fokus kini beralih ke regenerasi tim dan persiapan menghadapi Piala ASEAN serta Kualifikasi Piala Asia 2027. Pelatih Masatada Ishii mengisyaratkan akan ada perubahan besar dalam skuad, dengan memberi menit bermain lebih banyak kepada pemain muda.

Bagi Theerathon, publik Thailand berharap sang kapten tetap bersedia membela timnas meski kans Piala Dunia sudah sirna. Pengalaman dan kepemimpinannya dianggap masih sangat dibutuhkan untuk membimbing generasi baru, seperti Suphanat Mueanta dan Ekanit Panya, agar bisa memecahkan kebuntuan prestasi Thailand di level Asia.

Reaksi Publik dan Media Thailand

Foto Theerathon yang menangis langsung menjadi viral di media sosial. Tagar #TerimakasihTheerathon dan #Changsuek menggema di Twitter dan Facebook Thailand. Banyak warganet yang memberikan dukungan moral, mengapresiasi dedikasi sang bek kiri yang tidak pernah setengah hati membela bendera nasional.

Media Thailand, seperti Siam Sport, menulis tajuk rencana yang memuji perjuangan Theerathon dan menyebutnya sebagai "pejuang sejati yang layak mendapatkan akhir yang lebih indah". Sementara itu, mantan pelatih timnas Kiatisuk Senamuang menyampaikan bahwa momen ini harus menjadi cambuk bagi federasi untuk lebih serius mengembangkan sepak bola nasional.

Kegagalan ini menjadi pengingat bahwa jalan menuju Piala Dunia bagi negara-negara Asia Tenggara masih sangat terjal. Namun, air mata Theerathon Bunmathan telah menjadi simbol betapa besarnya arti mimpi itu bagi para pemain dan seluruh bangsa.

[SOCIAL_TWEET]: Air mata kapten. Theerathon Bunmathan tak kuasa bendung emosi setelah Thailand dipastikan gagal ke fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Momen haru di My Dinh menjadi pengingat betapa mahalnya harga sebuah mimpi. #TheerathonBunmathan #Changsuek #AsianQualifiers[SOCIAL_TG]: 😢 Theerathon Bunmathan menangis di lapangan ⚽️ Thailand 1-1 Vietnam → Gagal lolos 🏆 Piala Dunia 2026 makin jauh 🗣 "Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Thailand" 🇹🇭 Tetap semangat, Kapten!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User