Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Festival Bung Karno yang digelar di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu

Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026 ini dibuka dengan pesan reflektif dari Rano. Ia mengingatkan bahwa kota yang melupakan masa lalunya akan kehilangan kompas dalam mera

Jul 08, 2026 - 05:54
0 0
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Festival Bung Karno yang digelar di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu

Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026 ini dibuka dengan pesan reflektif dari Rano. Ia mengingatkan bahwa kota yang melupakan masa lalunya akan kehilangan kompas dalam merancang masa depan.

Jakarta sebagai Ruang Pertemuan Sejarah

Rano menyoroti posisi istimewa Jakarta dalam narasi kebangsaan Indonesia. Menurutnya, ibu kota bukan sekadar pusat pemerintahan dan ekonomi, melainkan saksi bisu lahirnya republik ini. Di kota inilah teks Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, menandai babak baru perjalanan bangsa.

Lebih dari itu, Jakarta tumbuh sebagai ruang pertemuan berbagai suku, budaya, agama, dan gagasan yang datang dari seluruh penjuru Nusantara. “Di sinilah Indonesia hadir dalam wujudnya yang paling nyata, tempat segala perbedaan bertemu dan berpadu,” ujar Rano di hadapan para hadirin.

Kota yang lupa sejarahnya akan kehilangan arah dalam menentukan masa depan. Jakarta ini tempat Proklamasi dibacakan, tempat segala suku dan gagasan bertemu. Jangan sampai pembangunan membuat kita lupa dari mana kita berasal.

Peringatan Bulan Bung Karno sendiri menjadi momen tahunan yang didedikasikan untuk mengenang pemikiran dan perjuangan Presiden pertama RI, Soekarno. Rano berharap festival ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga ruang perenungan bagi warga Jakarta tentang akar sejarah kota mereka.

Pembangunan fisik, tegas Rano, harus berjalan beriringan dengan pembangunan kesadaran sejarah. Tanpa fondasi ingatan kolektif yang kuat, sebuah kota besar seperti Jakarta rentan tercerabut dari identitasnya sendiri. Festival Bung Karno di Taman Proklamasi ini diharapkan menjadi pengingat bahwa di balik gedung-gedung pencakar langit, tersimpan cerita panjang tentang bagaimana republik ini dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User