Viral Motor Ojol Diangkut Saat Ambil Order, Dishub DKI Janji Lebih Persuasif
Jakarta, Terdepan.id – Insiden penertiban parkir liar yang melibatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Sulis Agung di kawasan Jakarta Timur menjadi viral di media sosial. Motor milik Su
Jakarta, Terdepan.id – Insiden penertiban parkir liar yang melibatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Sulis Agung di kawasan Jakarta Timur menjadi viral di media sosial. Motor milik Sulis diangkut petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta saat ia tengah mengambil pesanan makanan. Peristiwa ini memicu perbincangan publik mengenai cara petugas melakukan penindakan di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Dishub DKI Jakarta berjanji akan mengedepankan pendekatan yang lebih persuasif dan dialogis dalam setiap operasi penertiban.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, dalam keterangannya usai apel bersama para pengemudi ojol di Balai Kota, Minggu (21/6/2026), menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan Gubernur agar penertiban dilakukan secara humanis. “Penertiban akan terus kami lanjutkan dengan mengedepankan arahan Bapak Gubernur, yaitu secara humanis. Kami akan melakukan pendekatan persuasif dan dialogis saat melakukan penertiban di lapangan,” ujar Budi seperti dikutip Terdepan.id.
“Penertiban akan terus kami lanjutkan dengan mengedepankan arahan Bapak Gubernur, yaitu secara humanis. Kami akan melakukan pendekatan persuasif dan dialogis saat melakukan penertiban di lapangan.”
Klarifikasi Pengangkutan Motor Sulis
Budi Awaluddin juga meluruskan informasi yang beredar soal motor pengemudi ojol tersebut. Ia menekankan bahwa motor Sulis Agung langsung dapat diambil oleh pemiliknya tanpa dikenakan biaya apa pun, hanya dengan membuat surat pernyataan. “Motor tersebut langsung diambil hanya dengan surat pernyataan dan tidak dipungut biaya,” jelasnya. Dengan klarifikasi ini, Dishub DKI berharap tidak ada kesalahpahaman di masyarakat bahwa penertiban dilakukan dengan semena-mena atau mencari keuntungan.
Kejadian ini menjadi momentum bagi Dishub DKI untuk memperbaiki tata cara penertiban parkir liar yang kerap dikeluhkan warga. Penertiban parkir liar tetap penting untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas, namun di sisi lain, pendekatan yang melibatkan dialog dan pemahaman terhadap kondisi di lapangan diyakini bisa mengurangi gesekan antara petugas dan masyarakat. Sejumlah pengemudi ojol yang hadir dalam apel turut menyampaikan aspirasi mereka, berharap agar komunikasi bisa lebih terbuka sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Pemprov DKI Jakarta melalui Dishub terus berupaya menyeimbangkan penegakan aturan dengan pendekatan humanis. Ke depan, petugas akan diberi pengarahan lebih mendalam mengenai cara berinteraksi yang baik, termasuk pemahaman terhadap situasi darurat yang sering dihadapi pengemudi ojol saat bekerja. Dengan demikian, penertiban diharapkan berjalan efektif tanpa mengorbankan rasa keadilan dan kemanusiaan.
Comments (0)