Video Viral Gunung Anak Krakatau Meletus Hebat Malam Hari Ternyata Hoax
Jakarta - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan letusan gunung berapi di tengah laut pada malam hari ramai diperbincangkan di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai momen erupsi Gunung Anak
Jakarta - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan letusan gunung berapi di tengah laut pada malam hari ramai diperbincangkan di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai momen erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi baru-baru ini. Namun, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa informasi itu tidak benar alias hoax.
Berdasarkan penelusuran Terdepan.id, video yang beredar luas di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan X (Twitter) itu menunjukkan gunung api yang menyemburkan material pijar berkali-kali. Latar belakang gelap malam hari membuat semburan api terlihat jelas dan dramatis. Rekaman diambil dari jarak cukup dekat, diduga dari atas kapal, sehingga menghadirkan kesan seolah-olah peristiwa itu nyata dan baru terjadi.
Dalam unggahan yang menyertai video, pengunggah menuliskan narasi bahwa letusan dahsyat tersebut merupakan aktivitas terkini Gunung Anak Krakatau. Narasi itu sontak membuat warganet panik dan ketakutan, mengingat sejarah letusan gunung yang terletak di Selat Sunda itu pernah memicu tsunami pada 2018 silam.
Klarifikasi Badan Geologi
Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Geologi Kementerian ESDM segera melakukan penelusuran. Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menegaskan bahwa apa yang terekam dalam video bukanlah erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Setelah kami telusuri, video itu bukanlah aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," ujar Wafid dalam keterangan resmi, dikutip Terdepan.id, Sabtu (14/6/2025).
Wafid menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih dalam level normal. Meski gunung tersebut secara rutin mengalami erupsi kecil, namun tidak ada letusan besar seperti yang terlihat dalam video. Pihaknya terus memantau secara real-time melalui pos pengamatan di Desa Pasauran, Banten.
Hingga berita ini diturunkan, video hoax tersebut masih beredar dan telah ditonton ribuan kali. Badan Geologi meminta masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi dari kanal Kementerian ESDM atau berita terpercaya seperti Terdepan.id agar tidak termakan isu palsu yang bisa menimbulkan keresahan.
Ajakan Melawan Hoax
Fenomena penyebaran video hoax bencana alam bukan kali pertama terjadi. Seringkali, momen dramatis digunakan untuk memancing reaksi emosional warganet demi keuntungan pribadi, seperti menambah pengikut atau sekadar sensasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk melakukan verifikasi sebelum membagikan konten.
Jika menemukan informasi meragukan, warganet dapat melaporkannya ke platform terkait atau mengecek fakta melalui layanan resmi. Ingat, satu kali klik bagikan bisa berdampak besar bagi ketenangan banyak orang.
Comments (0)