Titiek Soeharto Pimpin Komisi IV DPR Pantau Panen Raya di Klaten
Langit Klaten pagi itu begitu cerah, seolah ikut merayakan musim panen yang dinanti ribuan petani. Di tengah hamparan sawah menguning seluas puluhan hektar
Langit Klaten pagi itu begitu cerah, seolah ikut merayakan musim panen yang dinanti ribuan petani. Di tengah hamparan sawah menguning seluas puluhan hektare, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, turun langsung ke lumpur. Bukan sekadar seremoni, kunjungan kerja ini menjadi penanda komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga.
Didampingi jajaran anggota Komisi IV DPR RI, perwakilan Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah setempat, Titiek Soeharto memimpin langsung pantauan panen raya di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Momen ini menjadi salah satu panen raya terbesar di wilayah eks-Karesidenan Surakarta pada musim tanam pertama tahun ini.
Produktivitas dan Ketahanan Pangan Lokal
Angka produksi padi di Klaten memang patut diperhitungkan. Kabupaten yang dikenal dengan lumbung padi Jateng ini mencatat produktivitas rata-rata mencapai 6,2 ton gabah kering giling (GKG) per hektare, melampaui rata-rata nasional yang baru menyentuh 5,3 ton GKG per hektare. Data Dinas Pertanian Klaten menunjukkan luas lahan baku sawah mencapai 33.000 hektare dengan indeks pertanaman yang terus didorong naik dari sebelumnya hanya dua kali menjadi tiga kali setahun melalui optimalisasi irigasi.
"Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas. Di Klaten ini ada varietas padi unggulan lokal yang adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem," ujar Titiek Soeharto di sela peninjauan lokasi.
Tantangan Pupuk dan Alih Fungsi Lahan
Kendati panen melimpah, sejumlah isu klasik masih menjadi keluhan petani. Perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Klaten menyampaikan keresahan terkait distribusi pupuk bersubsidi yang kerap tersendat. Selain itu, alih fungsi lahan pertanian ke kawasan pemukiman dan industri dalam lima tahun terakhir telah mengonversi sekitar 200 hektare sawah produktif.
"Komisi IV akan mengawal kebijakan pupuk subsidi tepat sasaran dengan sistem kartu tani digital yang terintegrasi, agar tidak ada lagi penyelewengan di tingkat pengecer," tegas Titiek Soeharto kepada awak media usai menghadiri diskusi dengan petani setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV juga menyoroti pentingnya modernisasi alat mesin pertanian. Bantuan combine harvester dan rice transplanter dinilai signifikan memangkas biaya produksi hingga 30 persen dan mempercepat waktu panen dari tujuh hari menjadi cukup dua hari untuk luasan satu hektare.
Strategi Penguatan Cadangan Pangan Nasional
Panen raya di Klaten ini menjadi bagian dari strategi besar pengamanan stok beras nasional. Perum Bulog telah menyiapkan serapan hingga 1,2 juta ton setara beras sepanjang panen raya Maret-April. Harga gabah di tingkat petani pun relatif stabil pada kisaran Rp4.800 per kilogram, sedikit di atas Harga Pokok Penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah.
Anggota Komisi IV DPR RI lainnya, Rina Saadah, menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan agar tidak anjlok saat panen raya dan tidak melonjak tajam saat musim paceklik. Ia mengusulkan penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai agregator hasil panen petani.
Komisi IV berkomitmen membawa hasil kunjungan ini ke rapat kerja bersama Kementerian Pertanian guna mempercepat revisi regulasi tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan serta revisi tata niaga pupuk bersubsidi. Masyarakat Klaten berharap kehadiran para wakil rakyat ini bukan sekadar kunjungan singkat yang hanya meninggalkan jejak foto, melainkan membawa perubahan konkret bagi kesejahteraan petani sebagai pilar utama kedaulatan pangan Indonesia.
[SOCIAL_TWEET]: Titiek Soeharto pimpin langsung @DPR_RI Komisi IV ke Klaten, pantau panen raya dan serap aspirasi petani soal pupuk hingga alih fungsi lahan. Produktivitas 6,2 ton GKG/hektare jadi modal ketahanan pangan nasional. #PanenRaya2025 #KetahananPangan #Klaten[SOCIAL_TG]: 🌾 Titiek Soeharto Pimpin Pantauan Panen Raya Klaten: Produktivitas Capai 6,2 Ton/Hektare, Petani Masih Keluhkan Pupuk Subsidi Tersendat. DPR Siap Kawal Revisi Regulasi!
Comments (0)