Tim SAR Intensifkan Pencarian Pemancing Hilang di Brantas

TULUNGAGUNG — Aroma tanah basah dan gemuruh air Sungai Brantas yang keruh menjadi saksi bisu dari sebuah tragedi yang menghentak ketenangan warga Desa Srik

Jul 08, 2026 - 22:36
0 0
Tim SAR Intensifkan Pencarian Pemancing Hilang di Brantas

TULUNGAGUNG — Aroma tanah basah dan gemuruh air Sungai Brantas yang keruh menjadi saksi bisu dari sebuah tragedi yang menghentak ketenangan warga Desa Srikaton. Seorang pemancing bernama Nurkolis Sugiono (45) dilaporkan hilang setelah berpamitan menuju sungai terpanjang di Jawa Timur itu untuk melepas penat dengan kail dan umpan. Hingga kini, keberadaannya masih menjadi misteri yang membuat tim SAR gabungan tak henti menyisir setiap sudut aliran sungai.

Nurkolis, warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, meninggalkan rumah pada pagi hari dengan peralatan pancing sederhana. Namun, senja tiba tanpa membawa pulang sosok yang dinanti keluarga. Kecemasan mulai merayap di hati sang istri ketika ponsel Nurkolis tak lagi aktif dan tak ada kabar hingga malam semakin pekat. Keesokan harinya, laporan resmi dilayangkan ke pihak berwenang, dan operasi pencarian pun segera digelar.

Kronologi dan Titik Awal Pencarian

Berdasarkan keterangan keluarga dan rekan sesama pemancing, Nurkolis terakhir terlihat di sekitar area bendungan yang menjadi spot favorit para penghobi mancing di Tulungagung. Saksi mata menyebutkan bahwa ia sempat berpindah tempat karena arus mulai deras seusai hujan di hulu. Dugaan sementara, korban tergelincir dan terseret arus saat berusaha mengambil ikan yang menyambar umpannya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat langsung memfokuskan penyisiran di radius 5 kilometer dari lokasi terakhir Nurkolis terlihat. Perahu karet dan alat pelampung dikerahkan, sementara penyelam mulai menelisik bagian dasar sungai yang kedalamannya mencapai 6 meter di beberapa titik.

Tantangan Medan dan Alam

Sungai Brantas bukanlah perairan yang jinak. Debit air yang meningkat akibat hujan di daerah hulu membuat pencarian semakin rumit. Arus deras membawa material lumpur dan sampah, menurunkan jarak pandang penyelam hingga kurang dari setengah meter. “Ini seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami, tetapi kami tidak akan menyerah,” ujar Koordinator Lapangan Basarnas, menegaskan komitmen tim di tengah kondisi yang tak bersahabat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar. Setiap jam, tim akan berganti shift agar pencarian tetap optimal. Kami fokus di titik-titik pusaran air yang biasanya menjerat objek,” tutur Komandan Tim SAR saat ditemui di posko darurat.

Selain tantangan alam, faktor peralatan juga menjadi perhatian. Area bendungan memiliki struktur beton yang menyulitkan manuver perahu karet. Meski begitu, tim memanfaatkan teknologi sonar portabel untuk memindai kontur dasar sungai dan menemukan anomali yang dapat mengarah pada posisi korban.

Harapan yang Tak Pernah Padam

Di tenda pengungsian darurat, keluarga Nurkolis menanti dengan doa yang tak putus. Istri korban, yang didampingi kerabat, terlihat beberapa kali menyeka air mata. Harapan mereka kini bergantung pada setiap gerakan tim penyelamat yang bergerak lincah di atas permukaan air cokelat itu.

Operasi pencarian memasuki hari kedua dengan penambahan personel dan perluasan area hingga ke wilayah Kediri yang merupakan hilir dari aliran Sungai Brantas. Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diminta untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan risiko di balik aktivitas sederhana seperti memancing. Keselamatan di area perairan, terutama sungai besar dengan karakter arus yang dinamis, memerlukan kewaspadaan ekstra. Penggunaan pelampung dan pemantauan kondisi cuaca menjadi kunci agar tragedi serupa tak kembali terulang.

Sungai Brantas terus mengalir, membawa serta doa dan harap. Di tengah upaya pencarian yang terus diintensifkan, satu pertanyaan menggantung: akankah Nurkolis segera ditemukan dan membawa sedikit ketenangan bagi keluarga yang merindukannya?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User