Tenda Bertingkat di Mina Jadi Solusi Keterbatasan Kapasitas Haji

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pembangunan tenda bertingkat di Mina merupakan inov

Tenda Bertingkat di Mina Jadi Solusi Keterbatasan Kapasitas Haji

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pembangunan tenda bertingkat di Mina merupakan inovasi yang perlu diwujudkan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas kawasan tersebut. Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/6), Dahnil menegaskan bahwa peningkatan jumlah jamaah haji setiap tahun menuntut adanya solusi struktural, bukan sekadar penambahan tenda biasa.

Mengapa Mina Butuh Tenda Bertingkat?

Kawasan Mina yang terletak di lembah sempit menjadi lokasi krusial dalam ibadah haji, terutama pada puncak haji saat jamaah wajib mabit (bermalam) di sana. Saat ini, kapasitas Mina hanya mampu menampung sekitar 2,5 juta jamaah, sementara kuota haji global terus bertambah. Pada 2024, total jamaah mencapai lebih dari 2,8 juta, sehingga terjadi kepadatan yang membahayakan.

Untuk mengakomodasi jamaah, tenda-tenda saat ini dibangun di atas lahan seluas 2,8 km persegi. Namun, dengan topografi berbukit, perluasan horizontal sulit dilakukan.

"Jika tidak ada solusi vertikal, kita akan terus bergulat dengan masalah kapasitas yang bisa berujung pada risiko keselamatan jamaah," kata Dahnil.

Rencana Pembangunan dan Dukungan Arab Saudi

Pemerintah Indonesia telah mengajukan proposal pembangunan tenda bertingkat kepada otoritas Arab Saudi. Konsepnya adalah gedung bertingkat ramah lingkungan yang dilengkapi pendingin udara, sistem sanitasi modern, dan akses tangga darurat. Setiap lantai akan dibagi menjadi blok-blok sesuai maktab (kelompok bimbingan haji).

Pemerintah Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah menyambut baik gagasan tersebut.

"Kita perlu memikirkan masa depan ibadah haji. Tenda bertingkat adalah solusi realistis yang telah kami pelajari dari proyek percontohan di Jamarat," ujar Menteri Haji Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, dalam forum internasional baru-baru ini.

Rencana pembangunan diperkirakan memakan waktu tiga hingga lima tahun dengan estimasi biaya mencapai 2 miliar riyal Saudi (sekitar Rp 8,4 triliun). Dana akan berasal dari kerja sama multilateral antara negara pengirim jamaah dan Kerajaan Saudi. Indonesia, sebagai negara dengan kuota haji terbesar di dunia, diproyeksikan menjadi salah satu kontributor utama. Dahnil juga menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah sedang menjajaki kerja sama dengan negara-negara ASEAN lainnya untuk bersama-sama mendanai proyek ini, mengingat manfaatnya bagi seluruh jamaah haji dunia.

Dampak Positif bagi Jamaah Haji

Jika terwujud, tenda bertingkat akan memberikan banyak manfaat:

  • Meningkatkan kapasitas tampung hingga 50 persen, sehingga setiap jamaah mendapat ruang yang lebih layak.
  • Mengurangi risiko heatstroke dan dehidrasi karena setiap lantai dilengkapi sistem pendingin dan sirkulasi udara yang baik.
  • Memudahkan evakuasi darurat dan distribusi logistik karena jalur vertikal yang terencana.

Dahnil juga menekankan bahwa pengelolaan tenda bertingkat akan menggunakan teknologi pemantauan digital untuk memastikan keselamatan jamaah secara real-time.

Tantangan yang Harus Diatasi

Meski menjanjikan, proyek ini bukan tanpa tantangan. Faktor utama adalah ketersediaan lahan di sekitar Mina yang sudah padat dengan fasilitas eksisting. Selain itu, kontur tanah berbatu dan risiko gempa ringan di Arab Saudi membutuhkan konstruksi canggih. Para ahli teknik dari berbagai negara akan dilibatkan dalam studi kelayakan. Untuk mengatasi kendala teknis, tim insinyur dari Jepang dan Jerman akan dilibatkan dalam merancang struktur tahan gempa. Penggunaan material ringan tetapi kuat seperti baja tahan karat dan beton bertulang akan diutamakan.

Proyek ini juga direncanakan akan dilengkapi sistem energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik secara mandiri, sejalan dengan komitmen ramah lingkungan dan Visi Saudi 2030 yang ingin menghadirkan pengalaman haji lebih modern dan aman.

Di sisi regulasi, pemerintah Saudi harus menyesuaikan aturan zonasi dan bangunan di area suci. Namun, Dahnil optimis kolaborasi internasional dapat mempercepat proses ini. "Kami sudah berdiskusi dengan tim teknis Saudi dan respons mereka sangat positif," ujarnya.

[SOCIAL_TWEET]: Wamenhaj Dahnil Anzar usul tenda bertingkat di Mina sebagai solusi kapasitas haji yang terus membeludak. Proyek diperkirakan butuh Rp8,4 T. #Haji #Mina #InovasiHaji[SOCIAL_TG]: 🕋✨ Keterbatasan Mina akan diatasi dengan tenda bertingkat! Wamenhaj RI ajukan proposal senilai Rp8,4T. Apakah jamaah haji siap menikmati fasilitas modern ini?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User