Tangis dan Doa Iringi Perpisahan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei di Teheran

Teheran — Suasana duka mendalam menyelimuti ibu kota Iran, Senin (15/9), saat ribuan pelayat memadati jalan-jalan utama menuju Universitas Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemi

Jul 08, 2026 - 04:51
0 1
Tangis dan Doa Iringi Perpisahan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei di Teheran

Teheran — Suasana duka mendalam menyelimuti ibu kota Iran, Senin (15/9), saat ribuan pelayat memadati jalan-jalan utama menuju Universitas Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Berdasarkan pantauan Terdepan.id, kerumunan mulai berkumpul sejak dini hari, membawa bendera Iran dan foto almarhum, membentuk lautan manusia yang membentang hingga beberapa kilometer.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diiringi lantunan doa dan isak tangis. Jenazah almarhum disemayamkan di Musalla Tehran setelah shalat jenazah yang dipimpin oleh tokoh-tokoh senior ulama. “Beliau adalah pelita umat. Kepergiannya meninggalkan jejak yang tak akan terhapus dari hati kami,” ujar salah seorang pelayat paruh baya yang enggan disebutkan namanya, dengan mata berkaca-kaca.

“Beliau adalah pelita umat. Kepergiannya meninggalkan jejak yang tak akan terhapus dari hati kami.”

Keamanan di sekitar lokasi diperketat oleh aparat Garda Revolusi dan kepolisian setempat, namun tidak mengurangi volume massa yang terus mengalir dari berbagai provinsi. Sejumlah delegasi asing juga tampak hadir, termasuk perwakilan dari Pakistan, Irak, dan Lebanon, menandakan pengaruh regional yang kuat dari almarhum yang memimpin Iran sejak 1989.

Wakil Presiden Iran dalam pernyataannya menyampaikan bahwa masa transisi konstitusional telah berjalan dan Dewan Ahli akan segera menggelar sidang untuk menunjuk pengganti. “Kami akan menjaga amanah beliau dengan segenap jiwa,” ujarnya, seperti dilaporkan Terdepan.id. Kendati suasana berkabung, para analis politik memperkirakan kebijakan strategis Iran tidak akan bergeser drastis dalam waktu dekat, mengingat kuatnya konsensus di antara elite konservatif.

Selama prosesi, langit Teheran diwarnai kertas-kertas bertuliskan ayat suci yang dihamburkan dari helikopter militer. Para wanita mengenakan cadar hitam, sementara pria tampak menunduk khusyuk saat iring-iringan ambulans pengangkut jenazah melintas menuju pemakaman Behesht-e Zahra.

Menjelang magrib, pintu makam ditutup untuk umum, tetapi ribuan orang masih bertahan di luar area pemakaman, menyalakan lilin dan melanjutkan doa bersama. Seorang mahasiswa Universitas Teheran yang ditemui Terdepan.id mengatakan, “Kami kehilangan bukan hanya seorang pemimpin, tetapi seorang ayah bagi seluruh Iran.” Perpisahan ini sekaligus menandai babak baru bagi republik Islam yang telah dipimpin oleh tokoh yang sama selama lebih dari tiga dekade.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User