Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga
Terdepan.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga) per hari ini. Peningkat
Terdepan.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga) per hari ini. Peningkatan ini menyusul eskalasi signifikan aktivitas vulkanik yang terekam dalam pemantauan visual dan instrumental dalam beberapa waktu terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan data yang menunjukkan adanya peningkatan frekuensi gempa vulkanik, deformasi pada tubuh gunung, serta aktivitas permukaan yang semakin intens. “Hasil pemantauan memperlihatkan adanya suplai magma yang bergerak menuju bagian dangkal, sehingga diperlukan peningkatan status untuk mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar,” ujar Lana dalam keterangan resmi yang diterima Terdepan.id.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau berada pada level II (Waspada) selama beberapa bulan terakhir dengan aktivitas erupsi sporadis berupa lontaran abu vulkanik dan lava pijar. Namun, dalam beberapa hari terakhir, intensitas letusan meningkat disertai frekuensi gempa vulkanik dangkal yang terus naik. Hal ini menandakan adanya dorongan magma baru yang menuju ke permukaan.
Rekomendasi dan Imbauan
Dengan status Siaga ini, Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tertentu. Radius bahaya diperluas untuk mengantisipasi kemungkinan lontaran material dan abu vulkanik. Aktivitas pendakian dan wisata di sekitar kawasan gunung untuk sementara waktu dilarang.
Masyarakat di pesisir sekitar Selat Sunda juga diminta waspada terhadap potensi tsunami yang bisa dipicu oleh aktivitas gunung, terutama jika terjadi longsoran material ke laut. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda yang mengarah pada potensi tsunami.
“Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara real-time. Semua pihak diminta tetap tenang namun selalu siaga,” tegas Lana Saria.
Peningkatan status ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Provinsi Lampung dan Banten. Koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk mempersiapkan langkah darurat jika sewaktu-waktu terjadi erupsi yang lebih besar. Terdepan.id akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan laporan terkini.
Comments (0)