Said Iqbal Buka-bukaan Pabrik di Mojokerto Terancam PHK 2.500 Karyawan
Terdepan.id, Jakarta - Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, akhirnya buka suara mengenai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diprediksi baka
Terdepan.id, Jakarta - Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, akhirnya buka suara mengenai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diprediksi bakal terjadi di sektor industri manufaktur. Berdasarkan laporan yang diperoleh media kami, ia mengonfirmasi adanya satu pabrik bubur kertas raksasa di Mojokerto, Jawa Timur, yang bersiap melepas lebih dari 2.500 tenaga kerjanya.
Said Iqbal mengaku sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pabrik PT Pakerin. Kedatangannya bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus memverifikasi kondisi terkini para buruh. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan situasi yang sudah sangat mengkhawatirkan, di mana roda produksi pabrik praktis mulai terhenti. Ia mendapati fakta bahwa perusahaan telah membekukan aktivitas sebagian besar pekerjanya secara sepihak. Bahkan, proporsi buruh yang kini terpaksa dirumahkan sudah mencapai angka yang sangat tinggi.
Rumahkan 80% Total Karyawan
Said Iqbal menjelaskan bahwa data sementara di lapangan menunjukkan adanya peningkatan status pekerja yang drastis. Saat ini, sekitar 80 persen dari total karyawan sudah tidak lagi beroperasi dan dikenai kebijakan "merumahkan". Status ini hanyalah satu langkah kecil sebelum akhirnya perusahaan benar-benar menerbitkan surat PHK permanen bagi ribuan buruh tersebut. Ketidakjelasan nasib ini membuat para pekerja yang masih bertahan dan yang sudah dirumahkan sama-sama khawatir akan pemenuhan hak-hak normatif mereka di masa mendatang.
"Ini kondisi yang cukup berat. Dari hasil peninjauan saya di PT Pakerin, jelas terlihat bahwa operasionalnya sudah tidak berjalan normal karena mayoritas pekerjanya tidak lagi beraktivitas. Potensi terjadinya PHK terhadap lebih dari dua ribu orang ini sangat besar dan nyata,"
ungkap Said Iqbal kepada awak media seusai melakukan kunjungan kerja.
Ini Biang Kerok Krisis Pabrik
Lebih lanjut, Said Iqbal mengungkap dugaan kuat akar permasalahan yang memicu bencana PHK massal ini. Dari hasil pendalaman informasi di lapangan, ia menyatakan bahwa perusahaan saat ini tengah terlilit krisis likuiditas yang sangat parah. Krisis tersebut dipicu oleh ketidakmampuan perusahaan mengakses modal kerjanya. Pasalnya, dana utama milik PT Pakerin diduga masih tersimpan dan tersangkut di sebuah bank yang telah resmi ditutup atau dibekukan operasionalnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Karena modal tersangkut di bank yang tutup, manajemen pabrik terpaksa menyetop bahan baku sehingga mesin-mesin produksi tidak berputar. Said Iqbal mendesak agar pihak manajemen segera mencari solusi hukum untuk membuka kembali akses pendanaan mereka atau mencari investor strategis baru. Ia menegaskan bahwa pemerintah, melalui posisinya sebagai penasihat khusus, akan memanggil pihak perusahaan untuk mencari jalan mediasi terbaik agar tidak ada PHK sepihak. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan hak-hak seluruh pekerja, termasuk pesangon bagi yang terdampak, tetap sesuai dengan ketentuan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.
Comments (0)