Prabowo Resmikan Lima Bendungan Serentak dari Lombok Barat

Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan yang tersebar di lima daerah di Indonesia dalam sebuah acara puncak yang digelar di Ben

Jul 11, 2026 - 13:11
0 1
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Serentak dari Lombok Barat

Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan yang tersebar di lima daerah di Indonesia dalam sebuah acara puncak yang digelar di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (10/7/2026). Peresmian ini menandai rampungnya Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor sumber daya air yang telah dikerjakan sejak era pemerintahan sebelumnya, dengan total investasi mencapai lebih dari Rp8,9 triliun.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dan air. “Hari ini kita buktikan bahwa infrastruktur air adalah fondasi kedaulatan bangsa. Lima bendungan ini tidak hanya menampung air, tetapi juga harapan bagi petani, keluarga, dan generasi mendatang,” ujar Presiden di hadapan ribuan undangan yang terdiri dari menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, serta tokoh masyarakat setempat.

Kronologi Peresmian Serentak

  1. 08.30 WITA: Presiden Prabowo tiba di Bendungan Meninting menggunakan helikopter Super Puma TNI AU, disambut oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Pertanian, serta Gubernur NTB.
  2. 09.15 WITA: Peninjauan area bendungan dan fasilitas pendukung. Presiden mengecek langsung pintu air utama dan ruang kendali. Ia menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah petani penerima manfaat yang diundang khusus.
  3. 10.00 WITA: Acara seremonial dimulai. Presiden menekan sirine sebagai simbol peresmian, terhubung secara daring dengan empat bendungan lain melalui layar raksasa.
  4. 10.05 WITA: Penandatanganan prasasti digital yang langsung terhubung ke sistem monitoring infrastruktur nasional di Kementerian PUPR.
  5. 10.20 WITA: Presiden memberikan sambutan kenegaraan, memaparkan filosofi pembangunan air untuk ketahanan nasional.
  6. 11.00 WITA: Pelepasan 500 bibit ikan air tawar ke waduk sebagai simbol keberlanjutan ekosistem, sekaligus menandai dimulainya operasional penuh kelima bendungan.
  7. 11.30 WITA: Ramah-tamah dan foto bersama dengan masyarakat lokal serta pekerja konstruksi.

Lima Bendungan yang Diresmikan

Bendungan-bendungan yang diresmikan secara serentak mencakup empat wilayah strategis:

  1. Bendungan Meninting (Lombok Barat, NTB) — berkapasitas 12,9 juta meter kubik, akan mengairi lahan irigasi seluas 1.559 hektare di sentra produksi padi Pulau Lombok. Fungsi gandanya mencakup pengendalian banjir dan penyediaan air baku.
  2. Bendungan Margatiga (Lampung Timur, Lampung) — berkapasitas 42,3 juta meter kubik dengan luas genangan 2.313 hektare, mengairi area irigasi 16.588 hektare—terbesar di antara kelima bendungan. Bendungan ini diproyeksikan menjadi lumbung pangan baru untuk Pulau Sumatera.
  3. Bendungan Jragung (Demak-Semarang, Jawa Tengah) — berkapasitas 51,4 juta meter kubik dengan zona irigasi 4.528 hektare. Diharapkan mengurangi defisit air di kawasan Segitiga Emas Joglosemar (Yogyakarta-Solo-Semarang).
  4. Bendungan Lolak (Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara) — berkapasitas 16,2 juta meter kubik, melayani irigasi 2.214 hektare serta suplai air baku ke kawasan industri berbasis agro-maritim di Teluk Tomini.
  5. Bendungan Riam Kiwa (Banjar, Kalimantan Selatan) — berkapasitas 20,1 juta meter kubik, mengairi 1.680 hektare lahan pertanian dan berfungsi sebagai penopang konservasi lahan rawa di Kalimantan.

Dampak dan Prospek Ketahanan Air Nasional

Dengan beroperasinya kelima bendungan ini, total kapasitas tampungan air baru yang ditambahkan mencapai lebih dari 143 juta meter kubik—cukup untuk memenuhi kebutuhan air baku sekitar 2,5 juta penduduk per tahun. Secara agregat, bendungan-bendungan ini akan mendukung irigasi teknis seluas 26.569 hektare, mengurangi risiko banjir di wilayah hilir, serta memungkinkan pola tanam yang lebih stabil dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Menteri PUPR menyebutkan bahwa pembangunan bendungan tak sekadar proyek fisik, melainkan instrumen pengamanan produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim. “Ke depan, kita targetkan 61 bendungan beroperasi penuh pada 2027,” katanya.

Di tingkat lokal, Bendungan Meninting di Lombok Barat juga diharapkan menjadi magnet ekowisata baru. Kawasan sekitar waduk direncanakan dilengkapi ruang terbuka hijau, area edukasi lingkungan, dan pusat kuliner berbasis UMKM, membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

[SOCIAL_FB]: 🚨 Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan LIMA bendungan sekaligus dari Bendungan Meninting, Lombok Barat! Proyek Strategis Nasional senilai Rp8,9 triliun ini akan mengairi lebih dari 26.500 hektare sawah dan menyuplai air baku untuk 2,5 juta penduduk. Bendungan yang diresmikan: Meninting (NTB), Margatiga (Lampung), Jragung (Jateng), Lolak (Sulut), dan Riam Kiwa (Kalsel). Ini bukan sekadar beton dan air—ini fondasi kedaulatan pangan Indonesia. 🇮🇩 [SOCIAL_THREADS]: Dari Lombok Barat untuk Indonesia 🌾 Presiden Prabowo resmikan 5 bendungan serentak hari ini. Ini bukan sekadar infrastruktur, ini ikhtiar agar petani tak lagi menengadah ke langit menanti hujan. 26.500 hektare sawah akan terairi, 2,5 juta jiwa dapat air baku. Di tengah krisis iklim, air adalah kekuasaan sesungguhnya. #SwadesiAir #Prabowo #LombokBarat

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User