Prabowo Puji Bahlil Lahadalia: Menteri Pintar yang Bikin Jokowi Tertawa

Kepercayaan seorang presiden terhadap menterinya bukan sekadar urusan internal pemerintahan. Ketika Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahl...

Prabowo Puji Bahlil Lahadalia: Menteri Pintar yang Bikin Jokowi Tertawa

Kepercayaan seorang presiden terhadap menterinya bukan sekadar urusan internal pemerintahan. Ketika Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai sosok yang pintar, publik sebenarnya menerima sinyal penting: sektor energi—penentu harga listrik, bahan bakar, hingga arah industri hijau nasional—sedang dikelola oleh orang yang menikmati kepercayaan penuh dari pemegang mandat tertinggi negara.

Pujian itu meluncur dalam momen keakraban yang juga dihadiri Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi). Dengan nada bercanda, Prabowo menuturkan bahwa kecerdasan Bahlil bukan hanya soal urusan teknis pemerintahan, melainkan juga kemampuannya mencairkan suasana—sampai-sampai mampu membuat Jokowi tertawa. Ucapan itu disambut gelak tawa hadirin, namun di balik kelakarnya, pesan politiknya terbaca jelas: Bahlil adalah figur yang diterima lintas kepemimpinan, dari era Jokowi hingga era Prabowo.

Dari Papua ke Pusat Kendali Energi Nasional

Bahlil Lahadalia bukan wajah baru di panggung kebijakan nasional. Pengusaha kelahiran Fakfak, Papua, ini pernah memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), sebelum dipercaya Jokowi mengepalai Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2019. Jabatan itu kemudian bertransformasi menjadi Menteri Investasi hingga 2024. Pada Agustus 2024, ia digeser ke Kementerian ESDM—pos yang tetap ia pertahankan dalam Kabinet Merah Putih bentukan Prabowo.

Ibarat pemain sepak bola, Bahlil adalah gelandang serang yang bisa ditempatkan di banyak posisi. Di BKPM, tugasnya memburu investor. Di ESDM, ia menjaga dapur energi negara. Kesamaan keduanya: sama-sama menuntut kemampuan negosiasi tingkat tinggi dan pemahaman teknologi industri yang mumpuni.

Hilirisasi: Strategi Deep Tech yang Jadi Warisan Utama

Jika ada satu kebijakan yang paling lekat dengan nama Bahlil, jawabannya adalah hilirisasi—strategi mengolah sumber daya mentah di dalam negeri sebelum diekspor. Pendekatan ini selaras dengan semangat deep tech (teknologi mendalam), karena memaksa Indonesia naik kelas dari sekadar penambang menjadi pemain industri pengolahan berteknologi tinggi.

Analoginya sederhana: menjual bijih nikel mentah itu seperti menjual tepung, sedangkan menjual baterai kendaraan listrik adalah menjual roti jadi. Nilainya berlipat ganda. Selama ia memimpin sektor investasi, realisasi penanaman modal nasional menembus lebih dari Rp1.400 triliun pada 2023, dengan hilirisasi mineral—terutama nikel—sebagai magnet utama. Nilai ekspor produk turunan nikel Indonesia melonjak dari sekitar US$1 miliar di awal pelarangan ekspor bijih menjadi puluhan miliar dolar AS dalam beberapa tahun terakhir.

Di Kementerian ESDM, pendekatan serupa ia terapkan pada tata kelola energi: mendorong pengolahan mineral kritis, membenahi tata niaga gas dan bahan bakar minyak (BBM), serta mengawal transisi energi menuju sumber rendah karbon.

Pekerjaan Rumah yang Menanti

Meski pujian mengalir, tantangan di depan mata tidak ringan. Sektor ESDM adalah ladang persoalan kompleks: subsidi energi yang membebani anggaran negara, ketergantungan pada impor BBM, hingga target ambisius bauran energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, dan target itu mustahil tercapai tanpa pasokan energi yang stabil, murah, dan bersih.

Implementasi teknologi menjadi kunci. Digitalisasi tata kelola minyak dan gas (migas), pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), hingga modernisasi jaringan listrik pintar (smart grid) adalah sebagian agenda yang menanti sentuhan menteri asal Papua ini. Algoritma kebijakannya akan diuji: apakah mampu menyeimbangkan kepentingan investor, rakyat kecil, dan kelestarian lingkungan dalam satu platform kebijakan yang koheren.

Sinyal Kepercayaan Lintas Era

Pujian Prabowo kepada Bahlil, yang disampaikan di hadapan Jokowi, membawa pesan simbolik yang kuat. Dalam politik, kelakar sering kali menjadi cara paling jujur menyampaikan penilaian. Bahlil dipresentasikan sebagai jembatan dua era kepemimpinan—figur yang dipercaya presiden sebelumnya dan tetap diandalkan presiden saat ini.

Bagi publik, yang paling penting tentu bukan kelakar di atas panggung, melainkan kinerja di lapangan. Inovasi kebijakan energi yang ia godok akan menentukan berapa rupiah yang harus dikeluarkan warga untuk mengisi bahan bakar dan membayar listrik. Dan di situlah kecerdasan yang dipuji Prabowo itu akan benar-benar dipertaruhkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User