Teknologi

Messi Pamit dari Timnas Argentina, Publik Dunia Beri Penghormatan

Buenos Aires — Malam itu, Stadion Monumental bukan sekadar arena pertandingan. Ribuan penonton memadati tribun sejak sore, mengenakan jersey albiceleste be

Messi Pamit dari Timnas Argentina, Publik Dunia Beri Penghormatan

Buenos Aires — Malam itu, Stadion Monumental bukan sekadar arena pertandingan. Ribuan penonton memadati tribun sejak sore, mengenakan jersey albiceleste bernomor punggung 10, menunggu satu momen yang selama bertahun-tahun dihindari banyak orang untuk dibicarakan: perpisahan Lionel Messi dengan tim nasional Argentina.

Pada laga yang digelar Selasa malam waktu setempat, kapten tim nasional Argentina itu turun untuk terakhir kalinya bersama skuad albiceleste di hadapan publik Buenos Aires. Pertandingan melawan Benin menjadi penutup perjalanan panjang yang dimulai pada 2005 dan berakhir dengan status juara dunia, juara bertahan Copa America, serta salah satu nama paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Argentina.

Messi, yang kini berusia 39 tahun, meninggalkan lapangan dengan kemenangan. Namun sorotan utama bukan pada skor, melainkan pada gelombang penghormatan yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari figur industri hiburan, mantan pemain, hingga tokoh masyarakat yang tumbuh bersama era keemasan sang pemain.

Dari Tinelli hingga Siciliani: Pesan yang Banjiri Ruang Digital

Reaksi publik mengalir deras setelah peluit panjang. Presenter kenamaan Argentina, Marcelo Tinelli, termasuk salah satu tokoh yang langsung memberikan penghormatan terbuka. Hal serupa dilakukan aktris Griselda Siciliani. Berbagai pesan dengan nada serupa mendominasi ruang digital: terima kasih atas segalanya.

“Terima kasih untuk semuanya. Bermain untuk tim nasional adalah hal terindah yang bisa terjadi dalam hidup seseorang,” ujar Messi dalam sesi perpisahannya, dikutip dari pernyataan resmi yang beredar di media Argentina.

Ucapan itu menjadi penanda bahwa perjalanan Messi bersama tim nasional tidak selalu berjalan mulus. Ia menapaki fase awal karier internasional dengan bayang-bayang perbandingan terhadap Diego Maradona, diiringi kritik yang kerap tajam dari media dan suporter.

Kronologi Perjalanan Messi Bersama Timnas Argentina

  1. 2005 — Messi mencatat debut bersama tim nasional senior Argentina dan langsung dianggap sebagai penerus generasi emas.
  2. 2007, 2015, 2016 — Argentina kalah di final Copa America tiga kali, menambah beban psikologis bagi sang kapten.
  3. 2014 — Argentina gagal di final Piala Dunia Brasil setelah dikalahkan Jerman, momen yang disebut sebagai titik terendah karier internasionalnya.
  4. 2016 — Setelah kekalahan dari Chile di Copa America Centenario, Messi sempat mengumumkan pengunduran diri dari tim nasional, sebelum akhirnya kembali memperkuat Argentina.
  5. 2021 — Argentina menjuarai Copa America, gelar mayor pertama Messi bersama tim nasional sekaligus pemutus rangkaian kegagalan di partai puncak.
  6. 2022 — Argentina menjuarai Piala Dunia Qatar, mengukuhkan Messi sebagai juara dunia dan menutup luka delapan tahun sebelumnya.
  7. Selasa malam — Messi menjalani laga terakhir bersama tim nasional di Stadion Monumental, menutup lebih dari dua dekade pengabdian dengan kemenangan atas Benin.

Monumental yang Penuh, Simbol Akhir Sebuah Era

Stadion Monumental yang terisi penuh menjadi latar emosional bagi perpisahan tersebut. Tribun bergemuruh setiap kali nama Messi disebut, sementara sejumlah penonton terlihat mengenang momen-momen penting yang pernah ia ciptakan bersama tim nasional.

Perjalanan karier internasional Messi mencakup hampir semua babak yang bisa dialami seorang pesepak bola: debut muda, tekanan ekspektasi, kekalahan di final, pengunduran diri, kebangkitan, hingga puncak tertinggi berupa trofi Piala Dunia. Kombinasi itu membuat perpisahannya tidak hanya dibaca sebagai pensiun seorang atlet, tetapi juga sebagai penutup satu siklus dalam sepak bola Argentina.

Meski telah mengakhiri karier di tim nasional, pengaruh Messi diprediksi tetap terasa, baik bagi generasi pemain muda Argentina maupun bagi industri sepak bola global. Nama-nama seperti Julian Alvarez dan Enzo Fernandez disebut sebagai penerus yang tumbuh dengan menjadikan Messi sebagai standar pencapaian.

Bagi banyak pihak, pertandingan di Monumental bukan sekadar laga persahabatan. Ia menjadi ruang kolektif untuk mengucapkan sesuatu yang selama ini sulit dirumuskan: bahwa sebuah era telah usai, dan bahwa sosok yang mengisinya telah memberikan lebih dari yang bisa diminta.

  • Laga terakhir: Argentina vs Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires.
  • Usia Messi saat pensiun dari timnas: 39 tahun.
  • Debut timnas: 2005, lebih dari dua dekade pengabdian.
  • Prestasi utama: Juara Piala Dunia 2022, juara Copa America 2021 dan edisi berikutnya.
  • Reaksi publik: Banjir pesan penghormatan dari figur hiburan, mantan pemain, dan suporter lintas negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User