Peternak Kutai Timur Sulap Tongkol Jagung Jadi Pakan Kambing

Sangkulirang, Terdepan.id – Inovasi sederhana namun berdampak besar lahir dari Desa Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Tongkol ja

Peternak Kutai Timur Sulap Tongkol Jagung Jadi Pakan Kambing

Sangkulirang, Terdepan.id – Inovasi sederhana namun berdampak besar lahir dari Desa Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Tongkol jagung yang selama ini berakhir sebagai limbah pascapanen kini disulap menjadi silase atau pakan fermentasi berkualitas tinggi untuk ternak kambing. Terobosan ini tidak hanya mengurangi limbah pertanian, tetapi juga menekan biaya pakan dan meningkatkan produktivitas peternakan lokal.

Selama puluhan tahun, petani jagung di desa tersebut hanya memanen biji jagung, sementara tongkolnya dibuang begitu saja atau dibakar. Padahal, menurut penelitian, tongkol jagung mengandung karbohidrat kompleks dan serat yang dapat difermentasi menjadi sumber energi bagi ruminansia kecil seperti kambing dan domba.

Proses Pembuatan Silase Tongkol Jagung

Kepala Kelompok Ternak "Berkah Tani", Suparno (45), menjelaskan bahwa ide ini berawal dari pelatihan yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Timur pada awal 2025. "Kami dibekali teknik fermentasi sederhana menggunakan probiotik alami. Ternyata tongkol jagung yang biasanya kami bakar bisa jadi pakan bergizi," ujarnya.

Teknologi silase sendiri merupakan proses fermentasi anaerob (tanpa oksigen) yang mengubah karbohidrat menjadi asam laktat, sehingga pakan menjadi awet dan lebih mudah dicerna oleh hewan ternak. Berikut tahapan pembuatan silase tongkol jagung yang diterapkan para peternak:

  1. Pengumpulan dan Pencacahan: Limbah tongkol jagung dikumpulkan dan dicacah menggunakan mesin pencacah sederhana hingga berukuran 1–2 cm untuk memudahkan proses fermentasi.
  2. Pencampuran Bahan Aditif: Tongkol cacah dicampur dengan dedak padi, molase (tetes tebu), dan inokulan bakteri asam laktat (probiotik) untuk mempercepat fermentasi.
  3. Proses Ensilase: Campuran dimasukkan ke dalam silo berupa drum plastik atau lapisan plastik kedap udara, dipadatkan, dan ditutup rapat selama 21–30 hari.
  4. Panen Silase: Setelah periode fermentasi, silase siap diberikan kepada kambing. Teksturnya menjadi lebih lunak, beraroma asam segar, dan memiliki kandungan nutrisi yang meningkat.
"Sebelum pakai silase, kami kesulitan mencari pakan saat musim kemarau. Sekarang stok pakan melimpah dan kambing lebih gemuk. Biaya pakan turun sampai 40%," ungkap Suparno.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Inovasi ini memberikan efek domino yang positif. Data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Timur menunjukkan bahwa program pemanfaatan limbah tongkol jagung di Desa Tepian Terap mampu menyerap 12 ton limbah per musim panen yang sebelumnya mencemari lingkungan. Selain itu, 35 peternak yang tergabung dalam kelompok kini dapat menghemat pengeluaran pakan hingga Rp750 ribu per bulan per ekor kambing.

Kepala Desa Tepian Terap, Asmuni, mengapresiasi terobosan warganya. "Ini solusi cerdas. Limbah yang tadinya tidak bernilai sekarang menjadi sumber pendapatan baru. Kami berencana menjadikan desa ini sebagai sentra pembuatan silase untuk dipasarkan ke desa-desa sekitar," katanya.

Dukungan dan Pengembangan

Kesuksesan program ini menarik perhatian pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah mengalokasikan dana pendampingan melalui program CSR perusahaan sawit setempat untuk pengadaan mesin pencacah berkapasitas lebih besar dan pembangunan silo permanen berkapasitas 5 ton. Diharapkan, pada 2027 seluruh desa di Kecamatan Sangkulirang dapat mereplikasi model ini.

Akademisi dari Universitas Mulawarman, Dr. Ir. Heni Suryani, M.Si., yang memantau program ini juga memberikan pandangan. "Silase tongkol jagung memiliki kandungan protein yang setara dengan rumput gajah segar, namun dengan serat yang lebih mudah dicerna. Ini adalah solusi tepat untuk daerah dengan lahan kering seperti Kutai Timur yang kerap kekurangan hijauan," jelasnya.

Kini, para peternak di Desa Tepian Terap tidak lagi bergantung pada musim penghujan untuk mencari pakan. Inovasi lokal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pengetahuan tradisional dan sentuhan teknologi dapat menciptakan pertanian berkelanjutan yang menguntungkan.

[SOCIAL_TWEET]: Limbah tongkol jagung disulap jadi pakan kambing di Kutai Timur! Peternak di Desa Tepian Terap berhasil bikin silase berkualitas, hemat biaya pakan 40%, dan kurangi limbah. Inovasi sederhana, dampak luar biasa! #Peternakan #InovasiLokal #KutaiTimur[SOCIAL_TG]: 🌽 Tongkol jagung yang dulu jadi limbah, sekarang jadi pakan kambing premium! Peternak di Sangkulirang, Kutai Timur, buktikan inovasi sederhana bisa hemat biaya dan tingkatkan hasil ternak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User