Nilai Tukar Dolar AS Tembus Rp 17.813 di Pembukaan Pasar
Pagi ini, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren penguatan terhadap rupiah. Berdasarkan pemantauan pasar, mata uang Negeri Paman Sam berhasil menembus level psikologis Rp 1
Pagi ini, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren penguatan terhadap rupiah. Berdasarkan pemantauan pasar, mata uang Negeri Paman Sam berhasil menembus level psikologis Rp 17.800 pada sesi awal perdagangan.
Melansir data yang dihimpun Terdepan.id dari terminal Bloomberg pada Senin (22/6/2026), nilai tukar dolar AS terpantau berada di posisi Rp 17.813. Angka ini menunjukkan apresiasi sebesar 9 poin atau setara dengan kenaikan 0,05% jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Tekanan Regional Mendorong Penguatan Dolar
Penguatan dolar AS pagi ini tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Mata uang utama dunia tersebut juga menunjukkan dominasi yang signifikan terhadap mata uang utama Asia lainnya. Secara paralel, dolar AS menguat 0,26% terhadap yen Jepang, menunjukkan bahwa investor masih mencari aset aman di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Lebih mengejutkan lagi, pergerakan di pasar Korea Selatan menunjukkan lonjakan yang cukup drastis. Nilai tukar dolar AS terhadap won Korea tercatat menguat hingga 6,92%. Lonjakan terhadap won ini menjadi salah satu katalis yang mempertegas posisi kuat indeks dolar AS pada awal pekan ini.Faktor Eksternal dan Sentimen Pasar
Kondisi ini mencerminkan sentimen risk-off yang masih menyelimuti pelaku pasar modal dan valuta asing di kawasan Asia. Penguatan indeks dolar AS (DXY) terhadap sekeranjang mata uang dunia menjadi pemicu utama pelemahan mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Pelaku pasar kini tengah mengantisipasi rilis data ekonomi dari negara maju yang akan mempengaruhi arah kebijakan moneter selanjutnya.“Tekanan terhadap rupiah hari ini murni berasal dari faktor eksternal, terutama karena mata uang Asia lainnya juga mengalami depresiasi yang cukup dalam terhadap dolar AS. Kami melihat pasar sedang menunggu intervensi lebih lanjut dari otoritas moneter untuk meredam volatilitas ini,” jelas laporan analis yang dikutip Terdepan.id.Pergerakan di level Rp 17.813 ini menjadi sinyal bagi pelaku usaha untuk memperhitungkan kembali eksposur terhadap valuta asing. Meski demikian, fundamental ekonomi domestik yang solid diharapkan dapat menjadi bantalan agar depresiasi rupiah tidak berlangsung terlalu liar sepanjang sesi perdagangan hari ini.
Comments (0)