Motif Dendam Komisaris Coba Bunuh Dirut Perusahaan IT di Menteng
Jakarta - Aparat kepolisian akhirnya mengungkap motif di balik upaya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang komisaris perusahaan teknologi informasi terhadap rekan kerjanya sendiri. Insiden tersebut
Jakarta - Aparat kepolisian akhirnya mengungkap motif di balik upaya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang komisaris perusahaan teknologi informasi terhadap rekan kerjanya sendiri. Insiden tersebut terjadi di sebuah rumah yang berlokasi di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Tersangka yang diketahui berinisial T dan berjenis kelamin wanita itu nekat melancarkan aksinya kepada MHA, seorang pria yang tak lain merupakan Direktur Utama di perusahaan yang sama.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dihimpun Terdepan.id dari pihak kepolisian, aksi tersebut dipicu oleh akumulasi rasa kekesalan yang telah terpendam cukup lama. Hubungan profesional yang terjalin sejak tahun 2020 antara pelaku dan korban ternyata menyimpan konflik internal yang tidak terselesaikan. Puncaknya, ketersinggungan pribadi membuat pelaku merencanakan tindakan brutal tersebut.
"Motifnya sampai saat ini yang disampaikan oleh tersangka adalah memiliki rasa kesal dan dendam kepada saudara MHA karena dalam pergaulannya atau bekerja sama dengan saudara MHA dari 2020 sampai dengan saat ini, pelaku dianggap lambat dalam bekerja dan suka berkata yang membuat pelaku sakit hati," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Pengakuan tersebut mengindikasikan bahwa pelaku merasa kerap menjadi sasaran kritik pedas dari korban. Tersangka menilai ucapan dan penilaian korban terkait performa kerjanya sebagai bentuk penghinaan yang melukai harga dirinya. Tekanan psikologis di lingkungan kerja itulah yang diduga kuat menjadi pemicu utama tersangka merancang upaya pembunuhan terhadap MHA di kediaman pribadinya.
Meski keterangan awal telah dikantongi, jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan bahwa proses investigasi belum selesai. Polisi tidak serta merta menerima mentah-mentah dalih yang disampaikan oleh pihak pelaku. Langkah pendalaman akan terus dilakukan untuk memastikan apakah ada motif lain yang lebih kompleks di balik peristiwa penganiayaan berat ini.
Guna memperkuat konstruksi perkara dan memperjelas duduk persoalan, tim penyidik berencana memanggil dan memeriksa sejumlah saksi tambahan. Tidak hanya terbatas pada keterangan korban dan pelaku, polisi akan mengurai lebih detail dinamika relasi kuasa di dalam perusahaan IT tersebut. Hal ini penting untuk mengungkap apakah tindakan pelaku murni karena sakit hati personal atau melibatkan faktor eksternal lainnya.
Comments (0)