Mensos: Kemiskinan Orang Tua Tak Boleh Jadi Takdir Anak, Negara Hadir Lewat Pendidikan

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa kemiskinan yang dialami orang tua tidak seharusnya menjadi warisan atau takdir bagi anak-anak mereka. Pernyataan

Jul 07, 2026 - 23:22
0 0
Mensos: Kemiskinan Orang Tua Tak Boleh Jadi Takdir Anak, Negara Hadir Lewat Pendidikan

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa kemiskinan yang dialami orang tua tidak seharusnya menjadi warisan atau takdir bagi anak-anak mereka. Pernyataan tegas ini disampaikan sebagai representasi komitmen moral pemerintah dalam menyelenggarakan program Sekolah Rakyat.

Gus Ipul mengungkapkan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam seminar nasional bertajuk 'Menelaah Jejak Kepahlawanan Sutan Takdir Alisjahbana (STA): Kontribusi bagi Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Kebudayaan Indonesia' di Universitas Nasional, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Sekolah Rakyat sebagai Pernyataan Moral Negara

Dalam forum akademik tersebut, Gus Ipul menekankan bahwa esensi Sekolah Rakyat bukanlah sekadar pembangunan infrastruktur fisik maupun penyediaan seragam sekolah. Lebih dari itu, program ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memutus rantai kemiskinan struktural yang kerap membelenggu keluarga prasejahtera dari generasi ke generasi.

"Semangat itu juga dapat kita lihat dalam ikhtiar pemerintah menyelenggarakan Sekolah Rakyat. Bukan persoalan gedung dan seragam, melainkan pernyataan moral negara bahwa kemiskinan orang tua tidak boleh menjadi takdir bagi anak-anaknya," ujar Gus Ipul.

Melalui program ini, pemerintah berharap akses pendidikan yang berkualitas tidak lagi menjadi monopoli kelompok masyarakat mampu secara ekonomi. Setiap warga negara, tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi orang tua, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengubah nasib melalui jalur pendidikan.

Seminar yang membahas rekam jejak intelektual Sutan Takdir Alisjahbana tersebut dinilai menjadi panggung yang tepat untuk menegaskan relevansi pemikiran para pendiri bangsa dengan kebijakan kontemporer. Semangat pembaruan dan pencerdasan kehidupan bangsa yang digaungkan oleh STA sejalan dengan visi pemerintah untuk menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat melalui intervensi pendidikan.

Pemerintah memandang pendidikan sebagai instrumen paling efektif untuk memutus lingkaran setan kemiskinan. Dengan memastikan setiap anak dari keluarga miskin dapat mengenyam pendidikan yang layak dan bermutu, negara tengah membangun fondasi bagi mobilitas sosial vertikal yang lebih adil. Gus Ipul menambahkan bahwa investasi pada sumber daya manusia, terutama bagi kelompok rentan, merupakan langkah fundamental dalam mencapai kesejahteraan bersama.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah membuktikan bahwa upaya penyejahteraan tidak hanya bertumpu pada bantuan sosial konsumtif, melainkan juga pada pemberdayaan jangka panjang yang mentransformasi kehidupan penerima manfaat. Diharapkan, anak-anak dari keluarga prasejahtera yang mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat kelak mampu menjadi agen perubahan, bukan hanya bagi keluarganya sendiri, tetapi juga bagi komunitas dan bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User