Mantan Chef Pribadi Neymar Gugat Rp887 Juta, Ungkap Kerja 14 Jam Sehari

Kehidupan pribadi megabintang sepak bola Brasil, Neymar, kembali menuai sorotan di tengah momen emosional pengumuman pensiunnya dari tim nasional. Di balik kariernya yang cemerlang, sang pemain yang

Jul 08, 2026 - 08:50
0 0
Mantan Chef Pribadi Neymar Gugat Rp887 Juta, Ungkap Kerja 14 Jam Sehari

Kehidupan pribadi megabintang sepak bola Brasil, Neymar, kembali menuai sorotan di tengah momen emosional pengumuman pensiunnya dari tim nasional. Di balik kariernya yang cemerlang, sang pemain yang kini berusia 34 tahun itu harus menghadapi gugatan hukum dari mantan koki pribadinya yang menuntut ganti rugi sebesar 887 juta rupiah. Gugatan itu menguak detail jam kerja panjang dan tuntutan fisik yang selama ini tak banyak terungkap ke publik.

Dokumen gugatan yang diajukan ke pengadilan ketenagakerjaan di Brasil menyebutkan bahwa koki pribadi tersebut—yang identitasnya dirahasiakan oleh otoritas setempat—bekerja untuk Neymar selama lebih dari tiga tahun. Selama masa kerjanya, ia mengaku kerap menjalani shift hingga 14 jam per hari, termasuk akhir pekan dan hari libur, tanpa mendapat kompensasi lembur yang layak. Tugas hariannya mencakup menyiapkan menu khusus sesuai pola diet ketat Neymar, menyusun rencana nutrisi untuk pemulihan pasca-pertandingan, serta mengatur konsumsi makanan saat sang pemain menjalani karantina tim.

“Saya bekerja lebih dari 14 jam sehari, sering kali dimulai pukul lima pagi hingga lewat tengah malam. Upah yang saya terima tidak sebanding dengan beban kerja dan tidak ada kejelasan mengenai uang lembur,” bunyi pernyataan sang koki dalam berkas gugatan yang dikutip Terdepan.id dari laporan media Brasil.

Selain menuntut pembayaran sebesar 887 juta rupiah (sekitar 300 ribu real Brasil) untuk upah lembur yang belum dibayar, sang koki juga menuntut kompensasi atas kerugian moral akibat tekanan psikologis selama bekerja. Pihak penggugat mengklaim bahwa dirinya tidak pernah mendapat kontrak kerja tertulis yang jelas, sehingga hak-hak dasarnya sebagai pekerja kerap diabaikan.

Gugatan ini mencuat bersamaan dengan pengumuman mengejutkan Neymar yang menyatakan pensiun dari timnas Brasil pada Juli 2026. Keputusan itu ia sampaikan tidak lama setelah Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh Norwegia. Momen kekalahan itu sendiri menjadi sorotan, dengan Neymar dan sejumlah pemain terlihat menangis dan berdoa dengan tangan bergetar di tengah lapangan. Bagi publik Brasil, dua peristiwa ini seakan membingkai perjalanan karier Neymar: puncak kejayaan yang dibayangi masalah personal.

Hingga berita ini diturunkan, tim hukum Neymar belum memberikan tanggapan resmi atas gugatan mantan koki pribadinya. Namun, sejumlah media di Brasil menduga bahwa pihak Neymar akan mengajukan pembelaan dengan menyebut hubungan kerja tersebut bersifat informal dan telah disepakati secara pribadi. Sementara itu, publik dan penggemar menanti bagaimana bintang Al-Hilal itu menyelesaikan persoalan ini di tengah masa transisi karier sepak bolanya.

Kasus ini membuka kembali perdebatan tentang eksploitasi pekerja rumah tangga dan staf pribadi di kalangan pesohor olahraga. Organisasi buruh di Brasil bahkan menyatakan siap mengawal proses hukum tersebut agar menjadi preseden perlindungan bagi pekerja di lingkungan selebritas. Bagi Neymar, tuntutan Rp887 juta ini menjadi ujian integritas di luar lapangan hijau yang tak kalah berat dari tekanan di stadion. Terdepan.id akan terus menyajikan perkembangan informasi seputar kasus ini dan sisi lain kehidupan para pesepak bola dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User