KNPI Tenggarong — Nobar Film Menjadi Pemantik Aksi Lingkungan Pemuda

Suara proyektor berpadu dengan antusiasme puluhan pemuda yang memadati ruang serbaguna di Kecamatan Tenggarong. Malam itu bukan sekadar hiburan—layar lebar

Jul 08, 2026 - 09:10
0 0
KNPI Tenggarong — Nobar Film Menjadi Pemantik Aksi Lingkungan Pemuda
Suara proyektor berpadu dengan antusiasme puluhan pemuda yang memadati ruang serbaguna di Kecamatan Tenggarong. Malam itu bukan sekadar hiburan—layar lebar yang menampilkan dokumentasi kerusakan lingkungan justru menjadi cermin bagi setiap pasang mata yang menonton. DPK KNPI Kecamatan Tenggarong memilih cara yang tak biasa untuk menyulut kesadaran: nonton bareng (nobar) film bertema lingkungan, yang dirancang bukan sebagai tontonan pasif, melainkan sebagai pemantik batin agar generasi muda tergerak menjaga alam sekitar. Gerakan ini berangkat dari keresahan yang mengendap lama. Sungai-sungai di Kutai Kartanegara yang dulu menjadi urat nadi kehidupan kini banyak yang keruh, tergerus limbah rumah tangga dan aktivitas tambang. Hutan-hutan yang tersisa terus menyusut. Namun, kepedulian terhadap isu ekologis sering kali hanya bergema di ruang-ruang akademik atau kebijakan, jarang menyentuh gelombang pemuda yang justru menjadi pewaris bumi. Di sinilah KNPI Tenggarong mencoba merajut pendekatan kultural—memanfaatkan daya magis film untuk menyampaikan pesan yang lebih membekas.

Film sebagai Jembatan Menuju Kesadaran Kolektif

Pemilihan nobar sebagai medium bukan tanpa perhitungan. Film memiliki kekuatan naratif yang mampu menembus sekat-sekat kognitif; ia menyentuh emosi lebih dahulu sebelum logika menerima. Dalam acara itu, sebuah film dokumenter yang memotret dampak nyata eksploitasi alam di Kalimantan diputar, diikuti dengan diskusi interaktif yang difasilitasi oleh para aktivis lingkungan. Para peserta tidak sekadar menonton—mereka diajak berefleksi, menghubungkan adegan demi adegan dengan realitas yang mereka saksikan sehari-hari.
“Kegiatan ini sengaja dirancang untuk menanamkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami ingin pemuda Tenggarong tidak lagi melihat alam sebagai warisan, melainkan sebagai tanggung jawab personal yang harus dijaga setiap hari,” ujar Achmad Roziq Maulana, Ketua DPK KNPI Kecamatan Tenggarong.
Pernyataan itu menggema di antara peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan pegiat komunitas. Bagi Roziq, panggilan akrabnya, langkah ini hanyalah awal dari bangunan gerakan yang lebih besar. Ia percaya bahwa ketika pemuda mulai merasa memiliki, aksi akan lahir secara organik.

Dari Layar Menuju Aksi Nyata: Eksekusi di Lapangan

KNPI Tenggarong tidak ingin gerakan ini berhenti pada romantisme ruang gelap bioskop mini. Pasca-nobar, peserta langsung diajak merancang rencana aksi: mulai dari bersih-bersih sungai, penanaman bibit pohon endemik, hingga kampanye digital pengurangan sampah plastik. Pendekatan “tonton, diskusi, eksekusi” ini dianggap lebih efektif karena menciptakan siklus belajar yang utuh. Setiap kelompok peserta kemudian diberi mandat untuk menjalankan proyek mini di lingkungan masing-masing, yang akan dipantau dan dievaluasi bersama dalam pertemuan bulanan. “Kami ingin membuktikan bahwa bicara lingkungan bukan sekadar tren sesaat. Dari nobar ini, kami berharap muncul kader-kader muda yang kelak menjadi penjaga sungai, penanam pohon, dan pelopor gaya hidup berkelanjutan di Tenggarong,” tambah Roziq. Lebih dari 70 pemuda hadir dalam sesi perdana ini, angka yang melampaui ekspektasi panitia. Banyak dari mereka adalah wajah-wajah baru yang sebelumnya belum tersentuh isu lingkungan secara aktif. Momentum ini dijadikan titik awal untuk membentuk komunitas peduli lingkungan berbasis kepemudaan yang berjejaring dengan organisasi serupa di kabupaten lain.

Merajut Harapan di Tengah Tantangan Zaman

Langkah KNPI Tenggarong membangun gerakan ini sejalan dengan tren global yang menempatkan pemuda sebagai aktor kunci dalam krisis iklim. Di berbagai belahan dunia, kaum muda berada di garda depan advokasi lingkungan, dari aksi bersih-bersih lokal hingga tuntutan perubahan kebijakan. Di tingkat lokal, inisiatif seperti nobar film lingkungan dan rencana aksi lanjutannya menjadi modal sosial yang berharga—karena perubahan besar selalu dimulai dari percakapan-percakapan kecil di komunitas. Meski demikian, jalan menuju keberlanjutan gerakan ini tidak mudah. Perlu konsistensi, pendanaan, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kecamatan dan perusahaan sekitar. Namun, semangat yang menyala dari ruang nobar malam itu menjadi cikal bakal optimisme. Seperti kata seorang peserta dalam diskusi, “Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?”—pertanyaan yang bergulir lembut namun menantang nurani. Di tengah arus informasi yang deras dan gaya hidup yang kian konsumtif, upaya KNPI Tenggarong menghadirkan ruang jeda penuh makna layak dicontoh. Nobar film bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ajakan untuk kembali memandangi alam dengan mata yang baru: sebagai bagian dari diri, bukan sekadar objek yang dimanfaatkan. Dari sana, gerakan peduli lingkungan ini bertolak—dari Tenggarong, dari layar, menuju aksi yang benar-benar mengakar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User