KUNINGAN — Kemenag Rilis Jadwal Shalat Kamis 9 Juli 2026

Bagaikan sebuah sistem navigasi berbasis posisi matahari, waktu shalat umat Islam di seluruh Indonesia dihitung berdasarkan pergerakan semu matahari dari u

Jul 09, 2026 - 11:24
0 0
KUNINGAN — Kemenag Rilis Jadwal Shalat Kamis 9 Juli 2026

Bagaikan sebuah sistem navigasi berbasis posisi matahari, waktu shalat umat Islam di seluruh Indonesia dihitung berdasarkan pergerakan semu matahari dari ufuk timur ke barat. Pada Kamis, 9 Juli 2026, umat Muslim di Kabupaten Kuningan dan sekitarnya dapat kembali menyelaraskan ibadah harian mereka dengan ketepatan astronomis yang dirilis resmi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Bimas Islam Kemenag) RI. Jadwal ini bukan sekadar deretan angka, melainkan hasil kalkulasi posisi matahari yang presisi untuk koordinat geografis Kuningan, sehingga setiap detiknya mencerminkan transisi fase langit secara akurat.

Dini Hari: Imsak dan Subuh, Sinyal Fajar Astronomis

Rangkaian ibadah harian dimulai sejak fajar menyingsing. Bimas Islam Kemenag menetapkan waktu-waktu krusial sebagai panduan sahur dan shalat Subuh:

  1. Imsak pukul 04.27 WIB — penanda 10 menit sebelum Subuh, waktu yang disarankan untuk menghentikan makan dan minum bagi yang berpuasa.
  2. Subuh pukul 04.37 WIB — dimulai saat fajar shadiq, cahaya putih horizontal di ufuk timur, menandakan masuknya waktu shalat Subuh.

Dalam perspektif astronomi, fajar shadiq terjadi ketika matahari berada sekitar 18 derajat di bawah ufuk. Tim hisab dan rukyat Kemenag menggunakan algoritma ephemeris untuk menghitung momen ini secara presisi bagi setiap wilayah, termasuk Kuningan yang terletak di koordinat sekitar 6° 58' LS dan 108° 29' BT.

Pagi Menjelang Siang: Matahari Meninggi, Waktu Duha dan Zuhur Tiba

Setelah matahari terbit, cahayanya semakin meninggi hingga melewati titik zenit. Dua waktu penting dalam periode ini:

  1. Terbit matahari pukul 05.54 WIB — batas akhir pelaksanaan shalat Subuh. Melewati waktu ini, shalat Subuh tidak lagi sah dikerjakan.
  2. Duha pukul 06.20 WIB — waktu dimulainya shalat sunnah Duha, ketika matahari telah naik sepenggalah atau sekitar 7 hasta. Ibarat panel surya yang mulai menerima energi optimal, pada waktu ini matahari telah cukup tinggi untuk menghasilkan bayangan benda setinggi bendanya.
  3. Zuhur pukul 11.55 WIB — dimulai setelah matahari tergelincir dari titik tertingginya (zawal). Bayangan benda mulai memanjang ke arah timur, menandakan bahwa setengah hari telah berlalu. Waktu Zuhur terus berlangsung hingga masuk Asar.

Sore Hari: Asar, Saat Bayangan Menggandakan Diri

Waktu Asar memiliki definisi fisis yang khas dalam ilmu falak:

  1. Asar pukul 15.15 WIB — masuk saat panjang bayangan suatu benda sama dengan panjang bendanya ditambah panjang bayangan saat zawal. Berbeda dengan Zuhur yang ditandai oleh tergelincirnya matahari, Asar membutuhkan perhitungan panjang bayangan relatif, menjadikannya salah satu waktu yang paling menarik secara astronomis. Di Kuningan pada 9 Juli 2026, kalkulasi Kemenag menetapkan Asar pada pukul 15.15 WIB.

Petang dan Malam: Magrib serta Isya, Penutup Siklus Ibadah

Ketika matahari tenggelam di ufuk barat, dimulailah waktu Magrib, diikuti Isya setelah cahaya merah di langit benar-benar lenyap:

  1. Magrib pukul 17.50 WIB — tepat saat piringan matahari sepenuhnya hilang dari pandangan. Waktu Magrib tergolong singkat, berakhir ketika cahaya merah di langit barat (syafaq) telah sirna.
  2. Isya pukul 19.03 WIB — dimulai setelah hilangnya mega merah, yaitu ketika matahari terbenam sekitar 18 derajat di bawah ufuk. Langit malam sepenuhnya gelap, dan bintang-bintang mulai terlihat jelas. Ini adalah waktu terakhir dari rangkaian shalat wajib harian.

Seluruh jadwal ini bersumber dari laman resmi Bimas Islam Kemenag RI, yang mengintegrasikan perhitungan astronomi modern dengan kaidah fikih. Masyarakat Kuningan dapat mengakses informasi ini melalui situs bimasislam.kemenag.go.id atau aplikasi seluler resmi. Untuk memastikan ketepatan waktu, disarankan menyinkronkan jam pribadi dengan sumber waktu standar seperti BMKG atau layanan internet NTP (Network Time Protocol), karena selisih beberapa menit dapat memengaruhi keabsahan shalat, terutama pada waktu Subuh dan Magrib yang sensitif terhadap perubahan posisi matahari secara cepat. Jadwal ini bersifat spesifik untuk Kuningan dan dapat berbeda untuk daerah lain karena perbedaan koordinat geografis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User