Febrie Adriansyah: Profil dan Kinerja Jampidsus

Febrie Adriansyah: Profil dan Kinerja Jampidsus Febrie Adriansyah adalah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang menjabat sejak 18 November 2020. Ia menggantikan Ali Mukartono yang memasuki mas

Jul 12, 2026 - 07:16
0 0
Febrie Adriansyah: Profil dan Kinerja Jampidsus

Febrie Adriansyah: Profil dan Kinerja Jampidsus

Febrie Adriansyah adalah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang menjabat sejak 18 November 2020. Ia menggantikan Ali Mukartono yang memasuki masa pensiun. Sebagai salah satu jabatan strategis di korps Adhyaksa, Jampidsus memegang peranan sentral dalam penanganan perkara-perkara besar yang menyangkut kerugian negara, mulai dari kasus korupsi kelas kakap hingga tindak pidana ekonomi berskala nasional.

Profil dan Latar Belakang

Febrie Adriansyah lahir di Jakarta pada 23 Februari 1966. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung. Kariernya di Kejaksaan dimulai sejak tahun 1990 saat ia diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jaksa. Febrie menapaki jenjang karier secara bertahap. Ia pernah bertugas di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kemudian di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Sebelum menjabat Jampidsus, ia menduduki posisi kunci sebagai Direktur Penyidikan pada Jampidsus (2019-2020). Posisi inilah yang menjadi batu loncatan sekaligus pembuktian kapasitasnya dalam menangani perkara-perkara kompleks. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (2018) dan Kepala Kejaksaan Negeri Batam.

Kinerja dan Kasus Besar

Di bawah kepemimpinan Febrie, Jampidsus menangani sejumlah kasus besar yang menjadi sorotan publik. Salah satu yang paling menonjol adalah penanganan perkara dugaan korupsi PT Asabri yang merugikan negara hingga Rp22,7 triliun. Tim penyidik Jampidsus di bawah arahannya berhasil menetapkan sejumlah tersangka dari kalangan direksi perusahaan dan pihak swasta. Kasus mega lainnya adalah dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya dengan kerugian negara mencapai Rp16,8 triliun. Proses penuntutan terhadap terdakwa seperti Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat menjadi ujian integritas institusi. Febrie juga mengawal kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) yang menyeret sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan dan korporasi besar pada tahun 2022. Dalam periode jabatannya, Jampidsus mencatat peningkatan signifikan dalam penyelamatan aset negara. Sepanjang tahun 2021 hingga 2025, nilai penyelamatan aset hasil tindak pidana korupsi yang berhasil dikembalikan ke negara mencapai puluhan triliun rupiah melalui mekanisme pidana tambahan uang pengganti maupun denda.

Tantangan dan Kontroversi

Jabatan Jampidsus tak pernah lepas dari sorotan publik. Febrie menghadapi tekanan besar saat menangani kasus yang melibatkan pejabat tinggi negara, politikus berpengaruh, dan pengusaha besar. Beberapa kalangan mengkritik lambatnya penanganan kasus tertentu, namun ia kerap menegaskan perlunya kehati-hatian dalam pembuktian agar tidak kandas di pengadilan. Pada tahun 2023, ia juga menghadapi isu mengenai independensi penyidik, terutama ketika Kejaksaan Agung dipimpin oleh ST Burhanuddin yang dianggap dekat dengan lingkaran kekuasaan. Meski demikian, Febrie dikenal sebagai jaksa karier yang pekerja keras dan menghindari publisitas berlebihan. Gaya kepemimpinannya yang low-profile namun tegas dalam eksekusi penindakan menjadi ciri khas yang membedakan dari pendahulunya. Hingga kini, Febrie Adriansyah terus memimpin Jampidsus dalam menghadapi tantangan penegakan hukum di bidang korupsi dan tindak pidana khusus yang semakin kompleks.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User